Membangun Masa Otot sejak Usia Muda agar Terhindar dari Diabetes
- 05 Agt 2026 06:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, DENPASAR – Pergeseran usia penderita diabetes kini semakin cepat menghampiri kelompok usia muda, mulai dari rentang 25 hingga 35 tahun. Dahulu, penyakit metabolic ini identic dengan penyakit usia lansia, kini diabetes bisa menghampiri siapa saja.
Agar tidak dibayang-bayangi ketergantungan suntik insulin, perlu sejak dini memodifikasi gaya hidup. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Anak Agung Gede Ari Nanda Bhaswara, SpPD pada siaran interaktif Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Denpasar, memberikan gambaran menarik seputar mekanisme tubuh. Aktivitas fisik, khususnya latihan beban, mampu memasukkan gula ke dalam sel tanpa bergantung pada insulin.
Inilah salah satu fakta medis yang kerap terlewatkan oleh masyarakat tentang peran vital masa otot dalam mengontrol kadar gula darah. Walaupun telah memiliki penyakit diabetes, dr. Nanda mengungkapkan bahwa olahraga angkat beban di pusat kebugaran tetap memiliki keunggulan mekanis yang sangat besar
| Baca juga: Terkoneksi di Sosmed, tapi Merasa Kesepian? |
"Saat kita melakukan aktivitas fisik berat seperti angkat beban, tubuh secara alami menarik cadangan gula untuk dijadikan energi. Istimewanya, gula darah bisa masuk ke dalam sel otot tanpa membutuhkan bantuan hormon insulin," jelas dr. Nanda.
Semakin tinggi massa otot seseorang, makin baik pula kemampuannya dalam mengatasi resistensi insulin. Meski demikian, dr. Nanda mengingatkan agar intensitas olahraga tetap disesuaikan dengan derajat kondisi pasien.
Bagi penderita diabetes tanpa komplikasi berat, standar minimal aktivitas fisik adalah 3 kali seminggu selama 30 menit. Selain olah tubuh, pengelolaan pola makan harian memegang kendali paling dominan. Mengurangi porsi makan semata tidaklah cukup jika kualitas bahan pangan yang dikonsumsi masih rendah.
Ia membagikan sejumlah strategi modifikasi sajian makanan, seperti memilih karbohidrat berindeks glikemik rendah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah, atau memotong porsi nasi dan menggantinya dengan sayuran bervolume tinggi agar tetap kenyang.
Mulai menghindari makanan ultra-processed seperti mie, roti, hingga bakso menjadi langkah baik untuk lebih berfokus pada makanan dengan nutrisi yang lebih baik. tentu saja, menghentikan rutinitas memesan minuman manis sebagai pendamping saat makan utama, juga cara terbaik hindari diabetes mulai hari ini.
"Poin terpentingnya adalah kesadaran. Jangan sampai masa muda kita habiskan dengan gaya hidup sembarangan, lalu masa tua kita dihabiskan dengan bolak-balik ke rumah sakit dan bergantung pada obat. Semuanya dimulai dari niat mengelola diri sendiri," tutup dr. Nanda.
Mencegah diabetes di usia 20-an dan 30-an membutuhkan keberanian mental atau kesadaran kritis berubah demi kebaikan diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....