Decision Fatigue, saat Terlalu Banyak Membuat Keputusan Menguras Energi Mental
- 29 Jul 2026 06:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Sejak bangun pagi hingga kembali beristirahat pada malam hari, setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari menentukan pakaian, memilih menu makan, hingga mengambil keputusan di tempat kerja. Tanpa disadari, rangkaian keputusan tersebut dapat menguras energi mental dan membuat seseorang semakin sulit berpikir jernih menjelang akhir hari.
Kondisi ini dikenal sebagai decision fatigue, yaitu menurunnya kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan setelah terus-menerus dihadapkan pada banyak pilihan. Konsep tersebut berkaitan dengan teori ego depletion yang dikembangkan psikolog Roy F. Baumeister, yakni bahwa kemampuan mengendalikan diri dan membuat keputusan dapat menurun setelah digunakan secara berulang.
Saat mengalami decision fatigue, seseorang cenderung mengambil jalan pintas dalam menentukan pilihan. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini dapat membuat seseorang lebih impulsif, menunda mengambil keputusan, atau memilih opsi yang paling mudah tanpa mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh.
Tanda-tandanya sering kali sulit dikenali karena menyerupai kelelahan biasa. Sulit berkonsentrasi, mudah merasa kesal, bingung menentukan pilihan sederhana, hingga kehilangan motivasi menyelesaikan pekerjaan dapat menjadi sinyal bahwa energi mental mulai menurun.
Fenomena ini semakin sering ditemui di era digital ketika seseorang dihadapkan pada berbagai pilihan hampir setiap saat. Memilih tontonan, membandingkan produk saat berbelanja daring, hingga merespons notifikasi yang terus bermunculan membuat otak terus bekerja, meski setiap keputusan hanya membutuhkan waktu singkat.
Kabar baiknya, decision fatigue dapat dikurangi melalui kebiasaan sederhana. Cleveland Clinic menyarankan untuk menyusun rutinitas harian, mengurangi keputusan yang tidak perlu, serta mengambil keputusan penting ketika kondisi tubuh masih segar, misalnya pada pagi hari setelah beristirahat cukup.
Memberi waktu bagi otak untuk beristirahat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pengambilan keputusan. National Sleep Foundation menjelaskan bahwa tidur yang cukup membantu menjaga fungsi kognitif, termasuk perhatian, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan, sementara olahraga ringan serta membatasi paparan informasi berlebihan dapat membantu memulihkan energi mental.
Kelelahan mental tidak selalu disebabkan oleh pekerjaan yang berat, tetapi juga oleh banyaknya keputusan yang harus diambil setiap hari. Mengenali tanda-tanda decision fatigue dan menyederhanakan rutinitas dapat membantu menjaga kejernihan berpikir sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih matang dan terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....