Revenge Bedtime Procrastination, Kebiasaan Menunda Tidur yang Perlu Diwaspadai
- 25 Jul 2026 12:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar-Jam sudah menunjukkan tengah malam, tetapi masih banyak orang yang memilih menonton serial, menggulir media sosial, atau bermain gim meski harus bangun pagi keesokan harinya. Kebiasaan sengaja menunda waktu tidur demi menikmati waktu luang ini dikenal sebagai Revenge Bedtime Procrastination dan semakin banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir.
Istilah tersebut mengacu pada perilaku menunda tidur bukan karena mengalami gangguan tidur, melainkan karena ingin mendapatkan kembali waktu pribadi yang terasa habis untuk bekerja, belajar, atau menjalani rutinitas harian. Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychiatry menjelaskan bahwa seseorang dapat mengorbankan waktu tidur demi memperoleh kembali rasa memiliki kendali atas waktunya.
Fenomena ini juga berkaitan dengan tingkat stres dan kemampuan mengendalikan diri. Sejumlah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa kelelahan mental dan tekanan sehari-hari dapat membuat seseorang lebih sulit menghentikan aktivitas yang memberikan hiburan sesaat, meski menyadari bahwa kurang tidur akan berdampak pada kondisi tubuh keesokan harinya.
Padahal, waktu tambahan yang dianggap sebagai "me time" justru dapat berubah menjadi kebiasaan yang merugikan jika berlangsung terus-menerus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa membutuhkan sedikitnya tujuh jam tidur setiap malam karena kurang tidur secara kronis dapat meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
Kurang tidur juga tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi berdampak pada kesehatan mental. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya stres, gangguan regulasi emosi, serta menurunnya kemampuan mengambil keputusan.
Kabar baiknya, kebiasaan Revenge Bedtime Procrastination dapat dikurangi melalui perubahan rutinitas sehari-hari. American Academy of Sleep Medicine (AASM) menyarankan untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan gawai 30 hingga 60 menit sebelum tidur, serta membangun kebiasaan yang membantu tubuh lebih rileks, seperti membaca buku atau melakukan latihan pernapasan.
Selain memperbaiki pola tidur, menyediakan waktu khusus untuk diri sendiri pada siang atau sore hari juga dapat membantu mengurangi keinginan begadang. Meluangkan waktu untuk berolahraga, berjalan santai, atau menjalankan hobi membuat kebutuhan akan "me time" tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan waktu istirahat.
Pada akhirnya, Revenge Bedtime Procrastination bukan sekadar kebiasaan tidur larut malam, melainkan sinyal bahwa keseimbangan antara pekerjaan, tanggung jawab, dan waktu pribadi perlu mendapat perhatian. Menikmati waktu untuk diri sendiri memang penting, tetapi tidur yang cukup tetap menjadi fondasi utama agar tubuh dan pikiran dapat berfungsi dengan baik pada hari berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....