Mengandung Zat Ekstraktif, Kayu Raru Jadi Alternatif Obat Diabetes Alami

  • 17 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID.,Denpasar – Dikutip dari laman resmi ayosehat.kemkes.id, Data resmi International Diabetes Federation menyebutkan, sebanyak 10,7 juta orang Indonesia memiliki penyakit diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi akan meningkat hingga 16,6 juta pada tahun 2045. Sebagian besar kasus diabetes di Indonesia merupakan kasus diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, misalnya pola konsumsi tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, kegemukan, dan merokok. Banyak mitos yang beredar bahwa diabetes bukan merupakan masalah besar. Faktanya, diabetes dapat mengakibatkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian dini.

Tantangan tersebut dijawab oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan menggali kekayaan alam nusantara untuk menciptakan obat alami, salah satunya adalah Kayu Raru. Raru merupakan sebutan untuk jenis-jenis kulit kayu yang ditambahkan pada nira aren yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan kadar alkohol serta biasanya untuk mengawetkan minuman tradisional tuak. Kayu raru (terutama kulit batangnya) kaya akan senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin.

Dikutip dari akun media sosial milik BRIN @brin_indonesia, Kayu raru ternyata sudah lama digunakan oleh masyarakat Batak sebagai campuran minuman tradisional. Biasanya untuk proses fementasi dan memberi rasa khas.

Riset oleh BRIN membuktikan, bahwa kayu raru bersifat antidiabetes. Sehingga, berpotensi menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase (enzim yang memecah karbohidrat jadi gula) secara in vitro hingga lebih dari 90%. Hasil ekstrak raru tunggal mampu menurunkan kadar gula darah sebesar 21,94%. Efeknya, tubuh tidak langsung kebanjiran gula setelah kita makan karbohidrat.

Tidak hanya di ekstrak, periset juga mencoba untuk mengkombinasikan kayu raru dengan karbon aktif lainnya. Mereka mengkombinasikan ekstrak Kulit Raru dengan Karbon Aktif dari Mocaf (tepung singkong). Mocaf diketahui sebagai pembawa (carrier) agar zat aktif tetap stabil dan maksimal.

Secara empiris, kulit kayu raru sudah diketahui memiliki khasiat yang ampuh untuk menurunkan kadar gula darah, akan tetapi pengembangan produk jamu, Obat Herbal Standar dan fitofarmaka belum ada sampai saat ini. Dengan hasil riset ini, diharapkan kulit kayu raru bisa jadi obat herbal unggul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....