Digital Detox Jaga Mata dan Tidur Berkualitas

  • 01 Jul 2026 10:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Detoks digital atau digital detox tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi penggunaan media sosial, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, terutama menjaga kesehatan mata dan meningkatkan kualitas tidur.

Pakar gaya hidup integratif Luke Coutinho menjelaskan bahwa kebiasaan menggunakan perangkat digital secara terus-menerus dapat membuat mata tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Banyak orang menganggap berpindah dari laptop kerja ke ponsel sebagai bentuk istirahat, padahal mata tetap mengalami paparan layar dalam jarak dekat.

Informasi mengenai manfaat detoks digital tersebut disampaikan Coutinho dalam laporan Hindustan Times. Ia menjelaskan bahwa pemulihan mata membutuhkan jeda dari paparan layar, suasana yang lebih gelap, serta tidur yang cukup.

Berkurangnya paparan cahaya pada malam hari menjadi sinyal biologis bagi tubuh untuk mempersiapkan waktu istirahat. Kondisi tersebut membantu produksi melatonin, menjaga ritme sirkadian, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Penggunaan fitur mode malam (night mode) pada perangkat elektronik dinilai belum dapat menggantikan manfaat detoks digital. Fitur tersebut hanya mengurangi intensitas cahaya layar, tetapi tidak menghilangkan rangsangan lain seperti notifikasi, konsumsi konten, dan keterlibatan emosional saat menggunakan gawai.

Untuk mengurangi ketegangan mata akibat penggunaan layar, penerapan aturan 20-20-20 dapat dilakukan. Metode ini mengharuskan seseorang mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik.

Selain itu, penghentian penggunaan layar yang tidak penting setidaknya satu jam sebelum tidur, menjauhkan ponsel dari tempat tidur, menggunakan pencahayaan redup pada malam hari, serta membiasakan berkedip secara sadar saat bekerja di depan layar dapat membantu mengurangi dampak paparan digital.

Paparan sinar matahari pagi juga berperan dalam menjaga ritme sirkadian tubuh. Kesehatan mata dapat didukung melalui konsumsi makanan yang kaya vitamin A, lutein, dan asam lemak omega-3, seperti wortel, bayam, kacang kenari, biji rami, serta berbagai sayuran berwarna.

Selain orang dewasa, pembatasan waktu layar rekreasional juga perlu diterapkan pada anak-anak karena sistem pengaturan tidur, perhatian, suasana hati, dan dopamin mereka masih berkembang.

Dengan demikian, detoks digital tidak hanya menjadi upaya menjaga kesehatan mental, tetapi juga menjadi kebiasaan yang dapat membantu melindungi kesehatan mata dan meningkatkan kualitas tidur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....