Mengapa Prestasi Anda Sering Disalahartikan Orang Lain?

  • 10 Jun 2026 20:22 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Definisi tall poppy syndrome yang merusak.
  • Dampak negatif bagi individu yang sukses.
  • Cara bijak menghadapi kritik atas kesuksesan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Tall poppy syndrome adalah kecenderungan orang untuk merendahkan individu yang meraih kesuksesan besar. Fenomena ini sering membuat seseorang merasa malu atau bersalah atas keberhasilan mereka sendiri.

Istilah ini menggambarkan tindakan memotong bunga poppy tertinggi agar setinggi tanaman lainnya. Tindakan tersebut melambangkan upaya kolektif masyarakat untuk menarik orang sukses kembali ke level rata-rata.

Menurut laman Verywell Mind, fenomena ini sering muncul di lingkungan kerja atau pergaulan sosial. Banyak orang merasa terancam saat rekan mereka menonjol karena pencapaian atau ide cemerlang.

Perilaku negatif ini mencakup kritik tajam, pengabaian, hingga sabotase terhadap hasil kerja keras seseorang. Akibatnya, korban merasa tertekan dan memilih untuk menyembunyikan prestasinya agar tidak menjadi sasaran empuk.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sukses sering dituduh sombong atau dianggap tidak pantas menerima pujian. Stigma ini menekan pertumbuhan individu karena rasa takut akan penolakan sosial yang sangat nyata.

Anda tidak perlu membatasi potensi diri hanya untuk menyesuaikan ekspektasi orang lain terhadap Anda. Merayakan keberhasilan adalah hak setiap orang tanpa perlu merasa cemas akan penilaian negatif tersebut.

Memahami dinamika ini membantu Anda tetap percaya diri di tengah lingkungan yang kurang suportif. Tetaplah berfokus pada tujuan pribadi sambil mengabaikan kebisingan dari pihak yang merasa iri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....