Cara Tepat Cek Tekanan Darah Mandiri di Rumah

  • 08 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar-Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Wangaya Denpasar, dr. Gede Surya Ambara, Sp.JP., mengungkapkan pentingnya memahami tata cara tepat cek tekanan darah mandiri di rumah, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan hasil pemantauan akurat dan tidak menimbulkan bias data medis.

Melalui siaran program Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar dr. Surya Ambara menerangkan langkah pembekalan praktis ini, sengaja digencarkan pihak rumah sakit, mengingat masih banyak warga kota yang keliru, saat melakukan pengetesan sirkulasi darah harian, tanpa didampingi tenaga medis.

Kesalahan dalam prosedur pemeriksaan mandiri tersebut, berpotensi memicu bias data sirkulasi darah, yang dapat mengelabui penilaian klinis harian pasien. Akibatnya, masyarakat bisa saja salah mengambil keputusan terkait kondisi kesehatan mereka, hanya karena salah dalam menerapkan tahapan penggunaan alat tensimeter digital.

Terkait prosedur yang ideal, dr.Surya Ambara, Sp.JP menekankan pentingnya bagi setiap individu, untuk mengkondisikan tubuh dalam keadaan rileks sempurna, sebelum menekan tombol pemindai alat. "Pengecekan itu memang sebaiknya tidak dilakukan dalam kondisi yang habis aktivitas, sehingga pasien harus posisinya rileks dulu selama dua sampai lima menit untuk mengatur napas," ujar dr. Surya Ambara.

Posisi pemasangan sabuk pemompa (cuff) pada lengan atas, juga memegang peranan vital, dalam menentukan tingkat presisi angka sistolik maupun diastolik yang keluar. Lingkaran kain pemompa tersebut, wajib diletakkan tepat berjarak dua jari di atas lipatan siku tangan pasien, dengan tingkat kekencangan yang pas atau tidak terlalu longgar.

Masyarakat juga sangat disarankan untuk melakukan pencatatan tren sirkulasi darah secara berkala dan kontinu, guna mendapatkan pemetaan data yang valid. Pengukuran yang objektif tidak boleh hanya mengandalkan satu kali waktu pengecekan acak, karena sifat tekanan darah yang sangat dinamis mengikuti fluktuasi aktivitas tubuh.

Untuk mendapatkan grafik perkembangan kesehatan yang representatif, dr. Surya Ambara, menyarankan masyarakat melakukan pemindaian beberapa kali dalam sehari. "Pengecekan sebaiknya dilakukan dua sampai tiga kali per hari, jadi kita tahu kecenderungan tekanan darah kita itu tipe yang tingginya di pagi hari, siang hari, atau malam hari," tutup dr. Surya Ambara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....