Cara Efektif Mencuci Buah dan Sayur Bebas Pestisida
- 03 Jun 2026 12:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID - Mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan keluarga. Selain menghilangkan kotoran dan mikroorganisme yang menempel di permukaan, proses pencucian yang tepat juga dapat membantu mengurangi residu pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan segar.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menegaskan bahwa seluruh buah dan sayuran sebaiknya dicuci menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi, termasuk produk yang akan dikupas kulitnya. Langkah ini bertujuan mencegah perpindahan bakteri dan kontaminan dari permukaan ke bagian dalam buah atau sayuran saat dipotong atau dikupas.
Pakar keamanan pangan menyarankan masyarakat untuk memisahkan buah dan sayuran sebelum dicuci guna menghindari perpindahan kotoran maupun residu yang menempel pada masing-masing bahan. Selain itu, kebersihan tangan dan peralatan dapur juga perlu diperhatikan sebelum proses pencucian dilakukan.
Menurut FDA dan Environmental Protection Agency (EPA), metode paling efektif dan aman adalah mencuci bahan pangan di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya secara perlahan. Air yang mengalir membantu menghilangkan debu, tanah, bakteri, serta sebagian residu pestisida yang berada di lapisan luar buah dan sayuran.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa larutan baking soda atau soda kue dapat membantu mengurangi residu pestisida tertentu. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “Foods” pada 2025 menemukan bahwa perendaman buah dalam larutan baking soda mampu menghilangkan lebih dari 90 persen residu pestisida jenis thiabendazole pada permukaan buah. Namun, efektivitasnya bergantung pada jenis pestisida dan tingkat penetrasinya ke dalam jaringan buah.
Meski demikian, FDA tidak merekomendasikan penggunaan sabun cuci piring atau deterjen rumah tangga untuk membersihkan buah dan sayuran. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa bahan kimia pada sabun dapat terserap oleh permukaan produk segar dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tertelan.
Selain mencuci, masyarakat juga dianjurkan membuang bagian buah atau sayuran yang rusak maupun busuk. Bagian yang mengalami kerusakan lebih rentan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme dan kontaminan lainnya. Langkah ini sekaligus membantu menjaga kualitas dan keamanan bahan pangan sebelum dikonsumsi.
Setelah dibersihkan, buah dan sayuran sebaiknya dikeringkan dan disimpan sesuai karakteristik masing-masing. Beberapa jenis produk lebih baik disimpan pada suhu ruang dengan sirkulasi udara yang baik, sementara yang lain memerlukan penyimpanan dalam lemari pendingin untuk mempertahankan kesegaran dan nilai gizinya.
Meski pencucian dapat mengurangi residu pestisida secara signifikan, para peneliti mengingatkan bahwa tidak semua residu dapat dihilangkan sepenuhnya karena sebagian pestisida dapat meresap ke dalam kulit atau jaringan buah. Oleh karena itu, mengupas kulit buah tertentu dan mengonsumsi makanan dari sumber yang beragam juga menjadi langkah tambahan untuk meminimalkan paparan pestisida.
Dengan menerapkan teknik pencucian yang benar, masyarakat dapat mengurangi risiko paparan pestisida sekaligus menjaga kandungan gizi buah dan sayuran yang dikonsumsi setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....