Organisasi Perempuan Didorong Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker
- 31 Mei 2026 19:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Upaya peningkatan kesadaran kesehatan perempuan, khususnya terkait penyakit seperti kanker serviks dan kanker payudara, dinilai semakin penting di tengah masih ditemukannya kasus keterlambatan deteksi di masyarakat. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan sosialisasi hingga ke tingkat komunitas, termasuk melalui organisasi perempuan.
Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi, menyoroti bahwa kanker pada perempuan, khususnya kanker serviks dan kanker payudara, masih kerap terlambat terdeteksi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini. Ia juga menilai perempuan Bali memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan di tengah aktivitas yang padat.
“Di perempuan itu kan kanker itu loh. Kanker cervix kan banyak juga. Karena kan terdeteksinya terlambat biasanya. Dan saya juga melihat bahwa perempuan Bali itu dengan rutinitasnya yang sangat sibuk, mereka pasti memperhatikan kesehatan mereka. Karena perempuan Bali itu kan selain rumah tangga, ikut juga kegiatan adat, kemudian juga harus bekerja. Banyak banget tugas-tugasnya kan mau gak mau kan harus kesehatan menjadi prioritas.”
Diah Werdhi Srikandi menilai organisasi perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat kesadaran kesehatan melalui edukasi dan sosialisasi yang dimulai dari lingkungan internal sebelum menjangkau masyarakat luas. Menurutnya, penguatan pemahaman di dalam organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum kemudian disebarluaskan kepada komunitas yang lebih luas.
“Kalau peran organisasi, kita kan banyak banget ya di Bali ini ada organisasi perempuan. Jadi memang peran organisasi itu ya dalam hal edukasi dan sosialisasi. Jadi mereka itu kan seharusnya dengan organisasi mereka yang jumlahnya anggotanya juga komunitasnya banyak. Mulai dengan diri-diri mereka sendiri dulu kan. Di internal dulu, bagaimana pemahaman anggotanya. Kemudian baru bisa mereka edukasi dan sosialisasi.”
Sementara itu, edukasi kesehatan selama ini masih banyak dilakukan oleh lembaga kesehatan formal, sehingga keterlibatan organisasi perempuan dinilai perlu diperluas agar kesadaran deteksi dini kanker pada perempuan lebih merata. Penguatan peran organisasi perempuan diharapkan dapat menekan angka keterlambatan penanganan penyakit di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....