Ini Fakta-Fakta Penting Hantavirus

  • 11 Mei 2026 08:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar : Dilansir dari https://www.who.int, Hantavirus adalah virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan seringkali kematian, meskipun penyakitnya bervariasi tergantung jenis virus dan lokasi geografis.

Hantavirus termasuk dalam famili Hantaviridae , dalam ordo Bunyavirales . Setiap hantavirus biasanya dikaitkan dengan spesies reservoir hewan pengerat tertentu. Virus tersebut dapat menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa gejala penyakit yang tampak. Meskipun banyak spesies hantavirus telah diidentifikasi di seluruh dunia, hanya sejumlah kecil yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Hantavirus yang terdapat di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan diketahui menyebabkan HCPS. Virus Andes merupakan bagian dari famili ini dan diketahui menyebabkan penularan dari manusia ke manusia dalam jumlah terbatas di antara kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di Argentina dan Chili.

Kemudian Hantavirus yang ditemukan di Eropa dan Asia diketahui menyebabkan demam berdarah dengan HFRS (Hamhorn-Free Respiratory Syndrome). Penularan dari manusia ke manusia belum didokumentasikan di wilayah ini.

Hantavirus pada manusia, gejala biasanya mulai muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar, tergantung pada jenis virusnya. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot dan gejala gastrointestinal, seperti sakit perut, mual, atau muntah.

Pada HCPS, penyakit ini dapat berkembang dengan cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, dan syok. Sedangkan pada HFRS, stadium lanjut dapat mencakup tekanan darah rendah, gangguan pembekuan darah, dan gagal ginjal.

Meskipun tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit hantavirus, perawatan medis suportif sejak dini sangat penting dilakukan. Ini dilakukan untuk meningkatkan angka harapan hidup. Selain itu fokus pada pemantauan klinis yang ketat serta penanganan komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal juga penting dilakukan. Pencegahan utamanya bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat yang terinfeksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....