Rahasia Otak Pulih dari Trauma Berat
- 30 Apr 2026 07:42 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Fleksibilitas psikologis adalah kunci utama bagi manusia untuk sembuh dari pengalaman buruk.
- Melabeli diri sebagai "sakit" seringkali menghambat proses penyembuhan alami dalam diri.
- Menciptakan lingkungan yang mendukung dapat membantu memulihkan kondisi biologis dan mental.
RRI.CO.ID, Denpasar - Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk pulih dari trauma. Fleksibilitas psikologis memungkinkan Anda menata ulang jalur saraf baru.
Setiap manusia pada dasarnya memiliki potensi untuk bangkit kembali. Kita tidak perlu menjadi tawanan masa lalu yang kelam selamanya.
Melalui laman Psychology Today, kita belajar bahwa otak sangat adaptif. Perubahan kecil dalam gaya hidup bisa berdampak besar pada biologi.
BACA JUGA: Genetik Bukan Takdir: Anda Bisa Berubah
Kirsten Davidson, seorang psikoterapis berlisensi, menekankan pentingnya kasih sayang diri. Pemulihan dimulai saat Anda berhenti melabeli diri sendiri sebagai sakit.
Penelitian terhadap 21.000 kembar identik membuktikan peran lingkungan sangat dominan. Pengalaman positif dapat membantu mematikan "saklar" genetik yang buruk.
Kesehatan mental adalah respons normal terhadap peristiwa hidup yang menantang. Pendekatan berbasis trauma membantu Anda menghargai kemampuan bertahan hidup sendiri.
"Manusia sangat berharga karena kemampuan mereka untuk pulih," ujar Davidson. Kekuatan ini disebut sebagai fleksibilitas psikologis dalam dunia medis.
Mari ciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kebahagiaan Anda. Anda punya kendali untuk menentukan arah hidup selanjutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....