Genetik Bukan Takdir: Anda Bisa Berubah
- 29 Apr 2026 10:08 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Genetik hanya berpengaruh maksimal 18 persen terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.
- Lingkungan dan pengalaman hidup memegang peranan kunci dalam membentuk kesejahteraan psikologis.
- Kemampuan otak untuk berubah atau neuroplastisitas memberikan harapan besar bagi proses pemulihan.
RRI.CO.ID, Denpasar - Pengalaman hidup jauh lebih menentukan kesehatan mental daripada faktor keturunan. Anda memiliki kekuatan besar untuk mengubah pola pikir mulai sekarang.
Kabar baik ini datang dari penelitian terbaru bidang epigenetik. Biologi kita ternyata sangat responsif terhadap pengaruh lingkungan sekitar.
Laman Psychology Today menyebutkan gen manusia bersifat sangat fleksibel. Kita bukan sekadar penerima pasif dari beban mental orang tua.
Studi Nature Human Behaviour 2025 melibatkan 21.000 kembar identik. Faktor genetik hanya menyumbang 0 hingga 18 persen perbedaan mental.
Sisanya sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan lingkungan Anda. Hal ini membuktikan bahwa kesehatan mental bisa terus diperbaiki.
Kirsten Davidson menjelaskan bahwa trauma dan stres adalah pemicu perubahan. Namun, pendekatan penyembuhan yang tepat mampu membalikkan keadaan tersebut.
"Tidak berarti Anda tidak rusak, hanya mengalami kesulitan," kata Davidson. Beliau adalah psikoterapis sekaligus pendiri Mind The Gaps Psychotherapy.
Neuroplastisitas memungkinkan otak Anda membentuk jalur saraf baru yang sehat. Mari mulai peluk perubahan dan berikan nutrisi terbaik bagi jiwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....