Gaya Hidup Slow Living Jadi Tren di tengah Ritme Serba Cepat
- 27 Apr 2026 20:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Gaya hidup slow living mulai dikenal di tengah masyarakat yang menjalani aktivitas dengan ritme cepat. Konsep ini menekankan pada pengaturan waktu dan aktivitas secara lebih terukur.
Slow living tidak diartikan sebagai mengurangi kegiatan, melainkan mengelola aktivitas dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pekerjaan dan waktu pribadi. Pendekatan ini mulai diterapkan oleh sebagian masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan.
Melansir World Health Organization, keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Aktivitas yang padat tanpa jeda dapat berdampak pada kondisi fisik dan mental.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental, sebagian masyarakat mulai menyesuaikan pola aktivitas harian. Hal ini terlihat dari upaya mengatur waktu kerja, membatasi penggunaan perangkat digital, hingga menyediakan waktu untuk aktivitas pribadi.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan sistem kerja yang fleksibel membuat batas antara waktu kerja dan waktu istirahat menjadi tidak selalu jelas. Kondisi ini mendorong munculnya kebutuhan untuk mengatur ritme aktivitas secara lebih terstruktur.
Fenomena slow living menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap keseharian. Selain berfokus pada produktivitas, masyarakat juga mulai memperhatikan pengelolaan waktu dan aktivitas secara lebih seimbang.
Dengan demikian, slow living menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika kehidupan modern yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....