Fenomena Doomscrolling Meningkat di Kalangan Pengguna Media Sosial
- 26 Apr 2026 16:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti, terutama saat membaca berita di media sosial, semakin sering terjadi. Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling, yakni perilaku terus-menerus mengonsumsi informasi, terutama yang bernuansa negatif.
Melansir American Psychological Association, doomscrolling berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk mencari dan membaca informasi yang memicu kecemasan, meskipun hal tersebut dapat berdampak pada kondisi mental. Kebiasaan ini umumnya terjadi tanpa disadari.
Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca berbagai informasi di media sosial atau platform digital, terutama saat terjadi peristiwa besar atau krisis. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi menjadi salah satu faktor pendorong.
Notifikasi yang terus muncul serta algoritma media sosial membuat pengguna terus terpapar konten yang serupa. Selain itu, dorongan untuk selalu mendapatkan informasi terbaru juga memperkuat kebiasaan ini.
Banyak orang merasa perlu untuk terus mengikuti perkembangan berita, meskipun informasi yang dikonsumsi tidak selalu berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Dari sisi kesehatan, kebiasaan ini dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Paparan informasi negatif secara berulang dapat meningkatkan rasa cemas, stres, hingga kelelahan mental. Melansir World Health Organization, paparan informasi berlebihan, terutama saat situasi krisis, dapat memicu tekanan psikologis jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik.
Untuk mengurangi dampaknya, sejumlah langkah dapat dilakukan. Di antaranya membatasi waktu penggunaan media sosial, memilih sumber informasi yang terpercaya, serta memberi jeda dari paparan berita secara berkala.
Fenomena doomscrolling menunjukkan perubahan pola konsumsi informasi di era digital. Akses yang mudah memberikan keuntungan, namun juga perlu diimbangi dengan kesadaran dalam mengelola informasi.
Dengan demikian, penggunaan media digital secara bijak menjadi penting agar informasi yang diterima tetap memberikan manfaat tanpa berdampak negatif pada kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....