Paradoks Kebersihan: Dampak Terlalu Sering Keramas bagi Kesehatan Kulit Kepala
- 08 Mar 2026 11:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kesadaran akan personal hygiene meningkat pesat. Namun, banyak masyarakat terjebak dalam mitos bahwa semakin sering keramas, maka rambut akan semakin sehat.
Para ahli dermatologi justru memperingatkan bahwa keramas berlebihan dapat menghilangkan ekosistem alami kulit kepala, menyebabkan kerusakan struktur rambut, hingga memicu reaksi kompensasi minyak yang tidak diinginkan. Kulit kepala memproduksi sebum yang berfungsi sebagai pelapis pelindung alami.
Menurut penjelasan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), penggunaan sampo yang terlalu sering dapat mengikis lapisan lemak pelindung ini secara total. Akibatnya, kulit kepala menjadi sangat kering, bersisik, dan rentan terhadap iritasi luar.
Satu fenomena unik yang sering dilaporkan adalah rambut yang justru lebih cepat berminyak setelah sering dicuci. Mengutip riset dari Journal of Clinical Dermatology, ketika kulit kepala kehilangan minyak alaminya secara drastis, kelenjar sebasea akan menerima sinyal "darurat" untuk memproduksi minyak lebih banyak sebagai bentuk kompensasi.
Hal ini menciptakan siklus ketergantungan di mana seseorang merasa harus keramas setiap hari karena rambutnya selalu terasa lepek. Batang rambut manusia terdiri dari lapisan sisik mikroskopis yang disebut kutikula.
Berdasarkan studi dari International Journal of Trichology, proses membasahi, menggosok, dan mengeringkan rambut terlalu sering akan membuat kutikula terbuka dan rapuh. Hal ini menyebabkan protein rambut (keratin) mudah hilang, sehingga rambut menjadi kusam, mudah patah, dan bercabang di bagian ujungnya.
Kulit kepala adalah rumah bagi berbagai mikroba baik yang menjaga keseimbangan pH. Laporan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa bahan kimia dalam sampo, jika digunakan berlebihan, dapat membunuh bakteri baik tersebut.
Ketidakseimbangan mikrobioma ini dapat memicu rasa gatal yang kronis dan bahkan meningkatkan risiko infeksi jamur ringan karena sistem pertahanan alami kulit telah melemah. Kunci dari rambut indah bukanlah frekuensi, melainkan keseimbangan.
Mengetahui kapan harus membersihkan dan kapan harus membiarkan minyak alami bekerja adalah seni dalam perawatan diri. Para ahli menyarankan agar frekuensi keramas disesuaikan dengan jenis rambut pemilik rambut kering mungkin hanya butuh 2 hingga 3 kali seminggu, sementara pemilik rambut berminyak bisa melakukannya 2 hari sekali dengan produk yang lembut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....