Lebih dari Sekadar Lepek: Dampak Medis Mengabaikan Kebersihan Kulit Kepala
- 08 Mar 2026 11:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Tren perawatan rambut alami semakin beragam. Namun, para pakar kesehatan kulit memperingatkan bahwa membiarkan rambut dan kulit kepala tidak dicuci dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat memicu berbagai masalah dermatologis.
Keramas bukan sekadar ritual kecantikan, melainkan prosedur pembersihan sisa metabolisme tubuh dan polusi lingkungan. Kulit kepala manusia secara alami memproduksi minyak yang disebut sebum.
Menurut penjelasan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), sebum yang tidak dibersihkan akan menumpuk dan menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi jamur Malassezia. Penumpukan ini memicu kondisi yang disebut Dermatitis Seboroik, ditandai dengan kulit kepala yang gatal, kemerahan, dan munculnya serpihan ketombe yang tebal.
Jika dibiarkan, peradangan ini dapat merusak folikel rambut. Di lingkungan perkotaan yang berpolusi tinggi, rambut bertindak sebagai magnet bagi debu dan partikel mikro.
Mengutip riset dari Journal of Cosmetic Dermatology, sisa produk penata rambut (hairspray, gel, atau dry shampoo) yang bercampur dengan keringat akan menyumbat pori-pori kulit kepala. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya jerawat di kulit kepala (scalp folliculitis) yang terasa nyeri dan mengganggu.
Banyak yang tidak menyadari bahwa jarang keramas dapat berkontribusi pada kerontokan rambut. Berdasarkan studi klinis dari International Journal of Trichology, kulit kepala yang tidak sehat dan meradang akibat kotoran yang menumpuk dapat menghambat pertumbuhan rambut baru. Akarnya menjadi lemah karena sirkulasi oksigen ke folikel terhambat oleh lapisan minyak dan sel kulit mati yang mengeras.
Secara biologis, kulit kepala memiliki kepadatan kelenjar keringat yang tinggi. Laporan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa bakteri yang memecah keringat dan minyak di kulit kepala akan menghasilkan aroma tidak sedap yang khas. Kesadaran akan "personal hygiene" mencakup menjaga kesehatan mikrobioma kulit kepala agar tetap seimbang dan segar.
Frekuensi keramas yang ideal memang berbeda bagi setiap orang tergantung jenis kulit kepala (berminyak atau kering). Namun, konsistensi dalam menjaga kebersihan adalah kunci.
Rambut yang sehat bukan hanya tentang penampilan yang berkilau, tetapi tentang kulit kepala yang bersih sebagai fondasi utama pertumbuhan rambut yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....