Gejala Kanker Anak yang Sering Diabaikan Orang Tua
- 02 Mar 2026 11:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Mendengar kata kanker pada anak sering kali membuat orang tua diliputi rasa takut dan penolakan. Tidak sedikit yang berharap diagnosis tersebut keliru atau memilih menunda pemeriksaan karena menganggap gejala yang muncul hanyalah penyakit biasa. Padahal, keterlambatan mengenali tanda awal justru menjadi salah satu penyebab utama penanganan kanker anak datang dalam kondisi sudah berat.
Dalam Acara Rahajeng Bali pada Jumat, 27 Februari 2026 bersama KPAD Provinsi Bali, dokter spesialis anak konsultan onkologi dari RSU Prima Medika Denpasar, dr. Ketut Aryawati, Sp.A(K), menjelaskan bahwa kanker pada anak memang tidak selalu dapat dicegah, namun peluang kesembuhan sangat besar jika terdeteksi sejak dini. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya penyakit itu sendiri, melainkan rasa takut dan keraguan orang tua untuk segera memeriksakan anak.
Ditegaskan kembali oleh dr. Ketut Aryawati, Sp.A(K) bahwa banyak gejala awal kanker anak yang kerap dianggap sepele. Salah satunya adalah demam berkepanjangan yang tidak kunjung membaik meski sudah berobat berulang kali. Kondisi ini sering membuat orang tua berpindah-pindah dokter tanpa pemeriksaan lanjutan, sehingga diagnosis penting justru tertunda.
Selain demam, munculnya benjolan di leher atau bagian tubuh lain juga sering diabaikan karena dianggap efek infeksi biasa. Perubahan pada mata, seperti pantulan putih menyerupai mata kucing saat terkena cahaya, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga keluhan nyeri tulang yang terus berulang juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai.
“Anak berbeda dengan orang dewasa. Kanker pada anak tidak berkaitan dengan gaya hidup, tetapi bisa dikenali melalui gejala-gejala yang muncul. Jika ditemukan lebih awal, peluang sembuhnya sangat tinggi,” jelasnya.
Data medis menunjukkan beberapa jenis kanker anak, seperti leukemia tipe tertentu, kanker kelenjar getah bening, kanker mata, serta tumor otak derajat rendah memiliki tingkat kesembuhan yang baik bila ditangani sejak awal. Bahkan, sejumlah pasien yang pernah ditangani kini telah tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan normal.
Komisioner KPAD Provinsi Bali, Lilik Ismunartono Santoso, S.Sn., S.Pd., menambahkan bahwa pola pikir orang tua menjadi faktor penting dalam perlindungan kesehatan anak. Rasa takut terhadap rumah sakit, biaya pengobatan, maupun kekhawatiran berlebihan sering membuat anak kehilangan kesempatan mendapatkan penanganan lebih cepat.
Menurutnya, kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan keberanian orang tua untuk mengambil langkah medis sejak gejala awal muncul. Sosialisasi dan edukasi masyarakat pun menjadi kunci agar kesadaran deteksi dini semakin meningkat.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, masyarakat diharapkan memahami bahwa kanker anak bukanlah vonis akhir. Dengan perhatian orang tua terhadap perubahan kecil pada kondisi anak serta pemeriksaan medis yang tepat waktu, harapan untuk sembuh tetap terbuka lebar.
Pesan utama yang terus digaungkan para tenaga kesehatan pun sederhana namun penting: jangan menunggu kondisi memburuk. Mengenali gejala sejak dini dapat menjadi langkah pertama menyelamatkan masa depan anak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....