Puasa Intermiten ternyata Bukan Cara Diet Paling Ajaib

  • 25 Feb 2026 10:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penelitian terbaru membuktikan efektivitas intermittent fasting tidak lebih unggul daripada diet biasa. Hasil tinjauan Cochrane menunjukkan penurunan berat badan yang dihasilkan ternyata sangat minimal.

Studi ini menganalisis data dari 22 uji klinis acak yang melibatkan 1.995 orang dewasa. Para partisipan berasal dari berbagai penjuru dunia termasuk Amerika, Eropa, hingga Australia.

Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara puasa intermiten dengan nasihat diet standar. Perbedaan berat badan yang dihasilkan ternyata tidak memberikan dampak klinis yang berarti.

Melansir dari laman ScienceDaily, para peneliti membandingkan jadwal puasa dengan pola makan tradisional yang sehat. Ternyata, membatasi waktu makan tidak memberikan keunggulan khusus bagi tubuh Anda.

"Puasa intermiten mungkin masih populer, tapi bukti menunjukkan ini bukan terobosan untuk penurunan berat badan," kata peneliti. Mereka menekankan bahwa hasil ini berlaku untuk kelompok usia dewasa yang beragam.

Obat untuk masalah obesitas tetap menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global saat ini. Fokus pada kualitas makanan jauh lebih penting daripada sekadar mengatur jam makan Anda.

Anda tidak perlu merasa tertekan jika sulit mengikuti jadwal puasa yang sangat ketat. Konsultasikan pola makan yang paling nyaman bagi gaya hidup Anda kepada ahli gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....