Soundscape Ecology: Suara Lingkungan Menjadi "Obat" Tersembunyi

  • 23 Feb 2026 16:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Selama ini kita lebih banyak fokus pada apa yang kita lihat (polusi visual) dan apa yang kita hirup (polusi udara). Namun, para ahli mulai menyoroti sesuatu yang sering terabaikan: Lanskap Suara. Fenomena Soundscape Ecology kini menjadi tren global dalam perencanaan kota dan penyembuhan mental, di mana suara lingkungan diatur sedemikian rupa untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Mengutip definisi dari International Organization for Standardization (ISO), Soundscape adalah persepsi manusia terhadap lingkungan akustik di suatu tempat. Tren ini tidak lagi menganggap suara burung, gemericik air, atau desiran angin sebagai "kebisingan latar belakang" biasa, melainkan sebagai data biologis yang berinteraksi langsung dengan sistem saraf manusia.

Berdasarkan riset dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), lingkungan dengan lanskap suara yang didesain secara ekologis dapat menurunkan hormon kortisol (stres) hingga 30 persen.

Di beberapa rumah sakit modern di Jakarta, lorong-lorong kini tidak lagi sunyi mencekam atau bising oleh suara alat medis, melainkan diisi dengan biophony (suara makhluk hidup) yang dirancang secara digital untuk mempercepat pemulihan pasien.

Di area perkantoran, penggunaan pink noise atau suara hutan hujan mulai menggantikan keheningan total untuk meningkatkan fokus karyawan.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam laporannya mengenai Smart City 2026, pemerintah mulai memasang sensor akustik di taman-taman kota Bandung dan Surabaya. Sensor ini berfungsi untuk memantau "kesehatan suara" kota. Jika polusi suara kendaraan terlalu tinggi, sistem akan memberikan rekomendasi penanaman jenis pohon tertentu yang memiliki kemampuan meredam suara secara alami (acoustic vegetation).

Banyak orang belum tahu bahwa apartemen-apartemen mewah saat ini tidak lagi mengandalkan tembok tebal saja untuk ketenangan. Mereka menggunakan teknologi Audio Masking. Teknologi ini mengeluarkan frekuensi suara lembut yang mampu "menghapus" suara bising dari luar tanpa kita sadari, menciptakan gelembung ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota.

Soundscape Ecology mengajarkan kita bahwa telinga adalah gerbang menuju ketenangan jiwa. Lingkungan yang sehat bukan hanya lingkungan yang bersih dipandang, tetapi juga lingkungan yang harmonis saat didengar. Masa depan kesehatan kita mungkin tidak lagi datang dari pil, melainkan dari frekuensi suara di sekitar kita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....