Paparan Zat Berbahaya Pemicu Kanker Anak

  • 03 Agt 2025 16:28 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Kasus kanker anak menjadi perhatian utama, di mana pada tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0-19 tahun. Leukemia menjadi jenis kanker paling banyak diderita anak-anak dengan 3.880 kasus (34,8%), diikuti oleh kanker getah bening (limfoma) dan kanker otak, masing-masing dengan sekitar 640 kasus (5,7%).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSPTN Unud. Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi di Denpasar, Minggu (03/08/2025) mengungkapkan bahwa kanker anak disebabkan multi factor. Sebagian besar kasus kaker anak diduga berkaitan dengan factor genetic, kelainan perkembangan sel hingga paparan zat berbahaya selama masa perkembangan janin.

“Paparan lingkungan dan radiasai dalam jumlah bersar juga menjadi factor risiko meskipun jarang terjadi,” jelasnya.

Adapun proses pengobatan yang dilalui para penderita kanker anak bervariasi. Dokter Cok Wahyu menyebut pengobatan tergantung jenis stadium kanker. Umumnya pengobatan dapat berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun, bahkan lebih tergantung respons tubuh anak terhadap terapi.

“Prosesnya melibatkan kombinasi dari kemoterapi, radioterapi, tindakan pembedahan serta pemantauan jangka panjang,” bebernya.

Ia menambahkan pentingnya deteksi dini kanker anak sebagai langkah utama dalam meningkatkan angka kesembuhan. Dengan perkembangan teknologi medis, kini deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan genetik, sirkulasi tumor DNA, dan analisis ekspresi RNA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....