Empat Kemampuan Tetap Jadi Keunggulan Manusia

  • 23 Jul 2026 11:37 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Teknologi AI semakin berkembang dan mampu membantu berbagai pekerjaan seperti menyusun dokumen, menerjemahkan bahasa, dan menganalisis data dalam waktu singkat.
  • AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu.
  • Di masa depan, keterampilan yang memerlukan kemampuan berpikir kritis, empati, dan pengambilan keputusan akan semakin dibutuhkan karena tidak dapat dilakukan oleh mesin.

RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara manusia bekerja dan beraktivitas. Kini, AI mampu membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menyusun dokumen, menerjemahkan bahasa, hingga menganalisis data dalam waktu singkat.

Meski kemampuannya terus berkembang, AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia. Ada sejumlah keterampilan yang justru diperkirakan akan semakin dibutuhkan di masa depan karena memerlukan kemampuan berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan yang tidak bisa dilakukan mesin.

Empat kemampuan tersebut meliputi kecerdasan emosional, yaitu kemampuan memahami dan merespons perasaan orang lain. Selain itu, kemampuan mendengar secara aktif juga dinilai penting karena manusia mampu memahami konteks, bahasa tubuh, hingga makna di balik sebuah percakapan.

Kemampuan berikutnya adalah mengambil keputusan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Dalam kondisi tertentu, manusia tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga mempertimbangkan nilai, etika, dan dampak sosial sebelum menentukan pilihan. Di sisi lain, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan juga menjadi keunggulan yang sulit ditiru AI, terutama ketika menghadapi situasi baru yang membutuhkan kreativitas dan improvisasi.

Kemajuan AI memang membuka banyak peluang untuk meningkatkan produktivitas. Namun, perkembangan teknologi juga menjadi pengingat bahwa kemampuan yang bersifat humanis tetap memiliki peran penting dan tidak mudah tergantikan.

Pandangan ini disampaikan Profesor Harvard Business School, Marco Iansiti, seperti diberitakan CNN Indonesia. Menurutnya, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat yang membantu manusia bekerja lebih efektif, bukan sebagai pengganti manusia sepenuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....