Mana Lebih Penting, Tinggi IQ atau EQ?

  • 18 Jul 2026 15:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Setiap individu memiliki dua komponen kecerdasan yang penting dalam menopang kehidupan. Tidak saja mengandalkan Intelligence Quotients (IQ), namun Emotional Quotients (EQ) juga menjadi indikator kecerdasan seseorang dalam bertumbuh kembang dilingkungan sosial.

Ketika anda menyadari seseorang yang begitu jenius di sekolah, selalu mendapat nilai sempurna dalam matematika, namun mendadak kaku dan kesulitan saat harus bekerja sama dalam tim?. Inilah Perbedaan mencolok ini yang bersumber dari dua jenis kecerdasan yang ada di dalam diri kita.

Dari laman verywellmind, Intelligence Quotient atau IQ adalah ukuran standar untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Sederhananya, IQ adalah kemampuan untuk memecahkan masalah, belajar, berpikir, dan merencanakan sesuatu yang melibatkan logika. IQ mengukur bagaimana otak kita memproses informasi secara logis.

Secara historis, tingkat IQ seseorang sering diukur menggunakan tes terstandardisasi seperti Stanford-Binet atau Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Di dunia akademis, siswa dengan IQ tinggi umumnya memiliki kemudahan untuk mencerna materi pelajaran yang rumit dan menyelesaikan hitungan rumit dengan cepat.

Di sisi lain, Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mengelola, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi, baik emosi diri sendiri maupun emosi orang lain di sekitarnya. Kecerdasan ini juga menggambarkan rasa empati, cinta, kemampuan memotivasi diri, dan mampu mengahadapi rasa sedih dan bahagia dengan tepat.

Menurut psikolog Robert Wood dan Harry Tolley sebagaimana dikutip dari penelitian EQ vs. IQ which is most important in the success or failure of a student? Di tahun 2012 pada jurnal Procedia, kecerdasan emosional ini ditopang oleh lima pilar utama:

  • Kesadaran Diri, yaitu memahami apa yang sedang kita rasakan dan mengapa perasaan itu muncul.

  • Pengendalian Diri, yaitu kemampuan mengontrol emosi agar tidak meledak-ledak di situasi sulit.

  • Motivas, yaitu dorongan internal yang membuat kita terus bergerak maju tanpa mudah menyerah.

  • Empati, yaitu kemampuan melihat dunia dari sudut pandang orang lain dan memahami perasaan mereka, dan

  • Keterampilan Sosial, yaitu kemahiran dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan meredam konflik.

IQ dan EQ yang anda miliki harus diseimbangkan, mengapa? IQ bisa saja membantu anda lolos menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi yang ketat. Namun, begitu Anda memasuki dunia kerja atau kehidupan bermasyarakat, saatnya kemampuan EQ yang memegang peranan besar untuk menjaga anda tetap bertahan dan berkembang.

Bahkan, tokoh psikologi Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence memberikan pandangan bahwa kesuksesan hidup kita justru 80 persen dipengaruhi oleh EQ, sementara IQ hanya menyumbang sekitar 20 persen saja. Tanpa kemampuan mengelola stress pada EQ, pikiran yang jenius sekalipun akan sulit berkonsentrasi untuk melahirkan karya terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....