Kenapa Anda Sering Merasa Kurang Uang?

  • 19 Jul 2026 12:13 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Scarcity mindset adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa cemas kehabisan uang meskipun tabungan mereka sebenarnya aman dan cukup.
  • Ketakutan dan kekhawatiran finansial yang dialami tidak selalu mencerminkan realitas kondisi keuangan aktual seseorang.
  • Fenomena mental ini dibahas secara mendalam dalam artikel Wondermind dan menjadi topik penting dalam memahami perilaku keuangan manusia.

RRI.CO.ID, Denpasar - Meskipun isi rekening tabungan Anda tergolong aman, perasaan cemas kehabisan uang sering kali mendadak muncul. Kondisi psikologis unik ini dikenal luas dengan istilah scarcity mindset atau pola pikir serbakekurangan.

Fenomena mental ini ternyata dibahas secara mendalam dalam salah satu artikel di laman Wondermind. Di sana dijelaskan bahwa ketakutan tersebut tidak selalu mencerminkan realitas kondisi keuangan Anda yang sebenarnya.

Seorang pakar perencanaan keuangan dari Kansas State University, Megan McCoy, PhD, LMFT, memberikan penjelasannya. Pola pikir ini adalah sistem kepercayaan saat seseorang terus merasa kekurangan sumber daya utama, kata McCoy.

Menurut beliau, sumber daya yang paling sering memicu kecemasan ekstrem ini adalah uang atau waktu. Perasaan tersebut akhirnya membuat Anda sering mengambil keputusan finansial yang kurang rasional dan merugikan.

Istilah unik ini awalnya diperkenalkan oleh Steven Covey dalam buku legendarisnya yang sangat terkenal. Buku bertajuk The 7 Habits of Highly Effective People menjadi awal mula populernya konsep tersebut.

Lalu, Eldar Shafir, PhD dari Princeton University bersama Sendhil Mullainathan, PhD dari Harvard University menelitinya. Mereka menulis buku berjudul Scarcity: Why Having Too Little Means So Much untuk mengupas fenomena ini.

Hasil riset mereka terhadap berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bahwa rasa kekurangan menurunkan performa kognitif seseorang. Kondisi ini membuat Anda lebih fokus pada urusan jangka pendek dibanding perencanaan masa depan.

Penyebab utamanya adalah rasa takut mendalam dan kecemasan emosional masa lalu, ujar Stephanie Zepeda, PhD. Beliau menjabat sebagai direktur program terapi keluarga di Our Lady of the Lake University.

Trauma masa kecil seperti melihat orang tua bertengkar karena uang bisa menjadi pemicu utamanya. Pengalaman buruk seperti kebangkrutan atau PHK juga dapat merusak rasa aman finansial orang dewasa.

Anda mungkin memiliki dana darurat yang cukup untuk bertahan hidup selama satu tahun penuh. Namun, Anda tetap merasa sangat bersalah saat membeli secangkir kopi seharga puluhan ribu rupiah.

Tanda lainnya adalah Anda merasa sangat iri saat melihat pencapaian atau kesuksesan finansial orang lain. Pola pikir keliru ini membuat Anda menganggap kesuksesan orang lain sebagai kekalahan pribadi Anda.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal fenomena psikologis ini sangat penting untuk kesehatan mental. Pemahaman yang baik akan membantu Anda mengelola kecemasan emosional dengan cara yang jauh lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....