Psikologi di Balik Sepatu Olahraga Berwarna Mencolok

  • 02 Jul 2026 14:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Era sepatu olahraga modern yang kerap disebut sneakers, telah bergeser jauh dari desain minimalis. Saat ini, sneakers didominasi dengan kombinasi warna biru, kuning lime, hingga electric orange mendominasi pasar.

Ada apa dibalik warna-warna ini? Warna memiliki kekuatan emosional yang sangat masif karena mampu merangsang sistem saraf. Warna memicu stimulus visual dan memberikan respon fisik yang menenangkan hingga memicu kegembiraan dan meningkatkan tekanan darah.

Paparan warna secara ilmiah mampu mengubah respons fisik, seperti detak jantung, laju pernapasan, hingga produksi hormon. Mengutip dari laman The Business Times, tren pergeseran warna ini merupakan strategi visual yang sengaja dirancang.

Sepatu yang mengombinasikan warna-warna kontras secara ekstrem terbukti paling efektif untuk menghentikan perhatian netizen (stop traffic), setidaknya di dunia maya. Ini menjadi salah satu strategi visual hook paling efektif untuk menciptakan fenomena stop traffic atau scroll-stopping content yaitu momen ketika pengguna berhenti menggulir feed mereka demi melihat sebuah unggahan.

Secara psikologis, fenomena ini berkaitan erat dengan teori gangguan pola, yaitu otak manusia yang terbiasa melihat konten kasual berlatar netral atau estetika pastel yang monoton, kemudian langsung terpicu oleh kejutan visual yang kontras. Berdasarkan studi Visual Cognition and Marketing pada ResearchGate mengenai perilaku digital di media sosial, menjelaskan sebagian besar keputusan pengguna untuk berhenti menggulir terjadi di System 1 atau pada sistem kognitif otak yang bekerja secara cepat dan otomatis.

Warna-warna fluoresen yang mencolok seperti hijau stabilo atau merah muda elektrik mampu merebut perhatian dalam hitungan milidetik sebelum pengguna sempat mencerna pesan teksnya secara sadar. Penggunaan warna-warna mencolok ini erat kaitannya dengan psikologi bawah sadar manusia saat melihat sebuah produk.

Berdasarkan riset industri, sekitar 70 hingga 90 persen penilaian bawah sadar seseorang terhadap suatu produk terjadi hanya dalam hitungan detik pertama, dan penilaian tersebut murni didasarkan pada warna. Lalu bagaimana dengan populernya warna neon pada sneakers?

Beberapa warna neon tertentu sengaja dipilih karena cara kerja reseptor optik manusia. Sebagai contoh, warna hijau limau terang atau neon lime adalah warna pertama yang paling cepat dibaca oleh reseptor visual mata kita.

Menyadur laman Verywell Mind, warna kuning dinilai sangat efektif dalam merangsang sistem saraf untuk meningkatkan kewaspadaan. Warna ini efektif memicu optimisme, kreativitas, dan keceriaan.

Dalam dunia pemasaran digital, merek-merek global seperti Nike dan Spotify telah lama memanfaatkan aksen warna neon ini karena sifatnya yang memicu emosi kegembiraan, energi, dan urgensi tinggi, yang sangat disukai oleh audiens muda seperti Gen Z. Bryan Cioffi, wakil presiden desain alas kaki Reebok yang dikutip dari Business Times menjelaskan warna benderang seperti ini menyerupai sinyal bahaya dari hewan beracun di alam liar.

Secara psikologis dan evolusioner, warna terang secara otomatis memicu lonjakan emosi dan memfokuskan perhatian mata manusia yang melihat. Menariknya, fenomena warna mencolok saat ini tetap ramai dipasaran, bahkan eksis pada panggung olahraga terbesar dunia, seperti yang terlihat pada Piala Dunia 2026.

Jika dahulu sepatu sepak bola didominasi oleh warna hitam konvensional, kini para pemain top dunia justru memenuhi lapangan dengan sepatu dengan warna mencolok dan menarik perhatian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....