Angkat Beban atau Lari, Ini Pilihan Sepatu yang Pas Digunakan

  • 23 Mei 2026 11:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Bagi masyarakat dengan usia produktif, menjaga kebugaran tubuh sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Mulai dari lari pagi di rute car-free day hingga sesi angkat beban sebanyak tiga hingga empat kali seminggu di pusat kebugaran, semuanya dilakukan demi menjaga kesehatan mental dan fisik.

Di balik semangat yang membara, sering kali kita melupakan satu detail krusial yang menopang seluruh gerakan tubuh kita, yaitu pemilihan sepatu olahraga yang tepat. Memakai sepatu yang salah bukan hanya membuat olahraga menjadi tidak nyaman, tetapi juga memperbesar risiko cedera

Menyadur laman Harvard Health Publishing, banyak diantara kita yang menganggap, cukup memiliki satu sepatu untuk beragam jenis olahraga. Asalkan nyaman dan memiliki desain yang keren untuk diunggah ke media sosial, sepatu tersebut aman untuk digunakan.

Nyatanya, anggapan ini keliru karena setiap jenis sepatu dirancang secara khusus untuk mendukung pola gerakan tertentu. Sebagaimana dari laman Nike menyatakan bahwa aktivitas lari dan angkat beban memiliki biomekanika yang sangat bertolak belakang, sehingga membutuhkan karakteristik pelindung kaki yang berbeda total. Sebelum membeli Sepatu, kenali dulu seperti apa perbedaan sepatu olahraga yang ada saat ini.

Jika Anda lebih condong pada aktivitas lari, maka jenis sepatu yang wajib Anda miliki adalah running shoes. Olahraga lari mendominasi gerakan maju satu arah secara berulang. Kaki Anda akan menerima tekanan hantaman hingga tiga kali lipat dari berat badan Anda sendiri. Oleh karena itu, sepatu lari diciptakan dengan mengutamakan aspek seringan mungkin atau lightweight. Kondisi ini akan memproteksi kaki agar tidak cepat merasa lelah saat menempuh jarak yang jauh, baik di lintasan aspal maupun mesin treadmill.

Ketika membeli sepatu, kunci utama dari keandalan sepatu lari terletak pada bantalan tengahnya (midsole cushioning) yang tebal dan responsif. Bantalan ini berfungsi untuk peredam kejut, tujuannya untuk melindungi persendian lutut, pergelangan kaki, dan tulang belakang dari benturan keras permukaan jalan.

Sepatu lari modern biasanya memiliki desain heel-to-toe drop tradisional setebal 10 milimeter atau lebih tinggi pada area tumit guna memfasilitasi dorongan energi ke depan dan memberikan perlindungan ekstra bagi pelari yang cenderung mendarat dengan tumit.

Sebaliknya, jika aktifitas fisik mingguan lebih didominasi dengan latihan kekuatan seperti squat, deadlift, atau latihan beban lainnya, anda membutuhkan sepatu latihan silang atau yang populer dikenal sebagai cross-training shoes. Karakteristik utama dari sepatu jenis ini adalah sol luarnya yang cenderung rata, melebar, serta memiliki tingkat kelenturan yang tinggi.

Berbeda dengan desain lari yang memberikan perlindungan di bantalan tengah, desain sepatu untuk gym-rats lebih rendah. Sepatu ini dilengkapi dengan heel-to-toe drop yang rendah, sengaja dibuat agar kaki Anda dapat mencengkeram lantai dengan kuat, memberikan fondasi kokoh yang sangat dibutuhkan saat melakukan angkat beban.

Selain memberikan kestabilan maksimal pada area tumit, sepatu training juga dirancang untuk mendukung pergerakan lateral atau kesamping. Saat berolahraga di gym, anda tidak hanya bergerak maju-mundur, melainkan juga melakukan gerakan lincah ke kanan dan ke kiri saat sesi plyometrics atau HIIT.

Menariknya, dalam artikel yang dirilis Harvard pada tahun 2024 dengan judul The right shoe for walking and running menyatakan bahwa, meskipun berjalan dan berlari memiliki pola gerakan maju yang serupa, struktur dukungan kaki yang dibutuhkan tetap berbeda.

Sepatu lari yang memiliki bantalan tebal masih sangat aman dan ideal jika digunakan untuk aktivitas berjalan kaki santai karena mampu meredam kelelahan. Sebaliknya, anda tidak dapat menggunakan sepatu kasual untuk berlari karena bantalannya tidak dirancang untuk menurunkan benturan ekstrem saat berlari.

Jika Anda menyukai kombinasi antara lari dan angkat beban, idealnya Anda memiliki dua pasang sepatu yang berbeda, untuk performa dan keamanan yang optimal, ya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....