Pentingnya Mendengar untuk Menciptakan Komunikasi yang Efektif
- 20 Jun 2026 14:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Manusia memiliki banyak cara untuk berkomunikasi. Metode komunikasi saat ini kian beragam dan menghadirkan kompleksitas pemrosesan informasi.
Model komunikasi dari Lasswell pada tahun 1948 mengemukakan who says – what - to whom -in which channel - with what effect. Model komunikasi ini menjadi populer karena mengemukakan dengan rinci bagaimana komunikasi terbentuk.
Who says dimaksud dengan siapa yang menyatakan informasi/komunikator atau berbicara terlebih dahulu, kemudian hal apa yang dibicarakan, informasi ditujukan kepada siapa/komunikan, dengan sarana apa, dan menimbulkan efek seperti apa. Komunikasi sangat bergantung pada siapa yang menyatakan sebuah informasi, sarana komunikasi yang digunakan, hingga menghasilkan respon yang majemuk.
Keberhasilan seseorang dalam mengirimkan serta menerima informasi dalam komunikasi ditentukan oleh beragam faktor, salah satunya adalah bagaimana keterampilan mendengarkan. Terampil dalam mendengarkan menjadi faktor penting agar komunikasi berjalan efektif.
Jurnal “Pentingnya Keterampilan Mendengar Dalam Menciptakan Komunikasi yang Efektif” di terbitkan pada tahun 2016 menyatakan bahwa, komunikasi yang efektif merupakan proses pengiriman pesan dari satu individu ke individu lainnya yang menghasilkan manfaat bagi kedua pihak. Komunikasi akan berjalan baik Ketika seseorang efektif untuk mendengarkan isi pesan, mendengarkan secara kritis, dan mendengarkan dengan empati
Mendengarkan isi perbincangan adalah proses untuk memahami pesan yang disampaikan oleh sang pembawa informasi. Saat memahami pesan ini, anda dapat memperjelas informasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berfokus pada informasinya, bukan dengan gestur berbicaranya.
Mendengarkan dengan kritis berbeda dengan mendengarkan biasa (active listening) yang hanya fokus pada memahami dan berempati. Mendengarkan dengan kritis melibatkan proses mengevaluasi, mengidentifikasi cacat logika pada argumen, dan meningkatkan kualitas diskusi.
Mendengarkan dengan lebih teliti akan membantu anda untuk menyaring hoaks dan misinformasi. Berbeda dengan mendengarkan dengan empati, mendengarkan dengan cara ini akan melatih mendengarkan orang lain dengan tujuan utama memahami perasaan, sudut pandang, dan emosi pembicara secara mendalam, tanpa menghakimi atau terburu-buru memberikan solusi.
Laman Times menerangkan, salah satu cara yang harus dilakukan agar menjadi pendengar yang lebih baik adalah dengan mendengarkan seolah-olah baru pertama kali mendengar hal tersebut. Julian Treasure, penulis buku How To Be Heard menjelaskan bahwa mendengarkan adalah seni untuk mengatur ulang pikiran anda ketika mendengar penjelasan pasangan atau teman, sama seperti ketika anda pertama kali bertemu mereka.
Mendengarkan merupakan seni untuk membentuk rasa ingin tahu yang tulus. Dari pada membentuk skenario tentang bagaimana percakapan akan berjalan, Julian menjelaskan bahwa penting untuk mendengarkan tanpa berasumsi. Karena kelihaian mendengar akan selalu membawa anda pada hal baru untuk dipelajari.
Masyarakat kini sering menghadapi permasalahan dalam menciptakan komunikasi yang efektif karena lemahnya kemampuan dalam mendengarkan. Seringkali banyak individu mendengar untuk menjawab, bukan mendengar untuk memahami konteks perbincangan dalam berkomunikasi. Sehingga, dalam mengevaluasi komunikasi antar individu maupun individu dengan kelompok, wajib mengecek kualitas mendengarkan dari masing-masing pihak komunikator, maupun komunikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....