Ini Jenis-jenis Kendaraan Ramah Lingkungan
- 14 Apr 2026 08:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kendaraan yang menggunakan energi terbarukan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dihasilkan oleh kendaraan konvensional. Dengan beralih ke kendaraan listrik atau hydrogen ini dapat mengurangi secara signifikan emisi CO2 dan gas rumah kaca. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Alfonso Oscar Garcia dalam salah satu papernya menyebutkan bahwa menggunakan kendaraan hybrid lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi CO2, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar.
Menurut berbagai sumber, ada beberapa jenis kendaraan ramah lingkungan yang dapat menjadi pilihan untuk berkendaraan. Kendaraan-kendaraan tersebut adalah becak listrik, kereta hydrogen, mobil listrik, motor listrik, kereta Listrik dan bus biogas seperti dilansir dalam https://www.solarkita.com.
Pertama, becak Listrik. Becak Listrik ini diciptakan oleh Mahasiswa Politeknik Elektronika Institut Teknologi Surabaya yaitu Muhammad Effendy dan Muhammad Nasir Fanani. Becak listrik ini memanfaatkan energi matahari dan dipadukan dengan motor penggerak. Tidak tanggung-tanggung, becak listrik ini dapat dipakai menempuh jarak sejauh 15 kilometer dengan kecepatan rata-rata antara 10 – 20 km/jam.
Kedua, kereta hidrogen. Hydrail menjadi salah satu jenis investasi ramah lingkungan berupa kendaraan elektrik yang memanfaatkan energi hidrogen. Kendaraan ini diproduksi oleh pemerintah Jerman. Hydrail memiliki komponen berbentuk sel-sel raksasa yang berisi kombinasi hidrogen dan oksigen. Kedua zat itulah yang kemudian menghasilkan energi listrik sehingga mampu membuat Hydrail berjalan di atas rel layaknya kereta api pada umumnya. Kereta api ramah lingkungan ini membutuhkan setidaknya 95 kilogram hidrogen untuk menempuh jarak sejauh 805 kilometer.
Ketiga, mobil listrik. Mobil Listrik ini tidak hanya bisa ditemukan di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat saja, tetapi di Indonesia juga sudah bisa ditemukan. Mobil tenaga listrik ini sebagai alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bahkan sudah menciptakan mobil elektrik yang menggunakan tenaga listrik murni maupun hibrida.
Keempat, motor listrik. Bekerja sama dengan perusahaan otomotif Garansindo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui sejumlah mahasiswanya menciptakan sepeda motor listrik bernama Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits). Kendaraan ini didukung mesin bertenaga listrik dengan daya motor 5 kW. Gesits ini bisa dikendarai hingga 80-100 km dalam sekali pengisian ulang baterai.
Kelima, kereta Listrik. Kereta listrik ini tidak hanya dikembangkan di Jerman, tetapi saat ini pemerintah Rusia saat ini juga aktif mengembangkannya.. Melalui kerja sama antara Russian Railways (RZhD) dan Enel Group, Rusia tengah menciptakan kereta listrik yang menggunakan baterai lithium berkapasitas minimum 10 MWh. Baterai tersebut nantinya akan dirancang khusus sehingga dapat diaktifkan secara otomatis melalui software Enel X.
Keenam, perahu tenaga surya. Perahu tenaga surya merupakan salah satu kendaraan ramah lingkungan. Berbeda dari perahu-perahu lain yang umumnya menggunakan bahan bakar solar, alat transportasi air ini menggunakan energi sinar matahari sebagai sumber energi utamanya.
Terakhir adalah bus biogas. Di Inggris terdapat sebuah bus bernama Hound yang menggunakan bahan bakar biogas hasil kotoran hewan ternak. Kendaraan ini dikembangkan oleh seorang mekanik professional bernama John Bickerton. Bus Hound ini memanfaatkan limbah peternakan yang diproses menjadi biogas. Gas ini kemudian dicairkan dan disimpan ke dalam tujuh buah tangki yang diletakkan di atap bus. Bus Hound didesain dengan nuansa cat hitam putih menyerupai corak kulit sapi perah. Menariknya lagi, Bus Hound ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 123,57 km/jam.
Penggunaan kendaraan-kendaraan berenergi terbarukan ini dapat membantu menghemat uang dalam jangka panjang, terutama kendaraan listrik. Meskipun harga kendaraan listrik saat ini cenderung lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional. Tetapi biaya pengoperasiannya jauh lebih murah karena biaya pengisian energi listrik jauh lebih rendah daripada biaya bahan bakar kendaraan konvensional. Selain itu, kendaraan listrik dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....