Sejarah Penemuan Termometer dan Perkembangannya hingga Kini
- 05 Agt 2026 09:56 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Termometer menjadi salah satu alat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengukur suhu tubuh hingga memantau suhu pada berbagai kebutuhan industri dan laboratorium.
Meski kini tersedia dalam bentuk digital dengan teknologi yang semakin canggih, sejarah termometer bermula dari alat sederhana yang terus mengalami penyempurnaan selama berabad-abad oleh sejumlah ilmuwan.
Menurut Encyclopaedia Britannica, konsep awal pengukuran suhu telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Dokter sekaligus filsuf Yunani, Galen, sekitar abad ke-2 Masehi telah mencoba membandingkan tingkat panas dan dingin suatu benda. Namun, saat itu belum tersedia alat yang mampu mengukur suhu secara kuantitatif.
Perkembangan penting terjadi pada akhir abad ke-16 ketika ilmuwan asal Italia Galileo Galilei memperkenalkan termoskop sekitar tahun 1593. Alat tersebut belum memiliki skala angka, tetapi mampu menunjukkan adanya perubahan suhu melalui pergerakan udara dan cairan di dalam tabung kaca. Karena belum dapat memberikan nilai suhu secara pasti, termoskop dianggap sebagai cikal bakal termometer modern.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, ilmuwan Italia Santorio Santorio menyempurnakan termoskop pada tahun 1612 dengan menambahkan skala numerik. Inovasi ini memungkinkan alat tersebut digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia secara lebih sistematis, sehingga menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan dunia medis.
Penyempurnaan kembali dilakukan oleh Ferdinand II, Grand Duke of Tuscany, pada tahun 1654 dengan menciptakan termometer kaca tertutup yang menggunakan alkohol sebagai cairan pengukur suhu. Menurut National Institute of Standards and Technology (NIST), desain tersebut membuat hasil pengukuran lebih stabil dibandingkan model sebelumnya yang masih dipengaruhi tekanan udara luar, meskipun akurasinya belum sepenuhnya memadai.
Kemajuan terbesar hadir pada tahun 1714 ketika ilmuwan Jerman Daniel Gabriel Fahrenheit mengganti cairan alkohol dengan merkuri (air raksa). Merkuri dipilih karena memiliki sifat pemuaian yang lebih stabil dan mampu memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat. Satu dekade kemudian, Fahrenheit memperkenalkan skala suhu yang kini dikenal sebagai skala Fahrenheit, yang hingga saat ini masih digunakan di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Perkembangan berikutnya datang dari ilmuwan Prancis René Antoine Ferchault de Réaumur yang memperkenalkan skala Réaumur berdasarkan titik beku dan titik didih air. Skala tersebut sempat banyak digunakan di Eropa, terutama dalam industri tertentu, meskipun kini penggunaannya semakin terbatas.
Pada tahun 1742, astronom asal Swedia Anders Celsius memperkenalkan skala suhu yang kemudian menjadi standar internasional di banyak negara. Berdasarkan informasi dari National Weather Service (NWS), skala Celsius menetapkan titik beku air pada 0 derajat Celsius dan titik didih air pada 100 derajat Celsius pada tekanan atmosfer standar, sehingga lebih mudah digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari.
Perkembangan termometer berlanjut ketika ilmuwan Inggris Lord Kelvin memperkenalkan konsep suhu absolut pada pertengahan abad ke-19. Skala Kelvin menjadi dasar penting dalam ilmu fisika modern karena menggunakan nol mutlak (0 Kelvin) sebagai titik awal, yaitu kondisi ketika partikel memiliki energi termal minimum. Hingga kini, skala Kelvin menjadi standar dalam berbagai penelitian ilmiah dan laboratorium internasional.
Selain perkembangan skala suhu, teknologi termometer juga mengalami perubahan signifikan. Jika dahulu masyarakat banyak menggunakan termometer air raksa, kini penggunaannya mulai berkurang karena kandungan merkuri berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan apabila pecah. Sebagai gantinya, termometer digital semakin banyak digunakan karena dinilai lebih aman, cepat, dan mudah dibaca.
World Health Organization (WHO) juga mendorong pengurangan penggunaan alat kesehatan yang mengandung merkuri, termasuk termometer, sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan manusia dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Saat ini, termometer tersedia dalam berbagai jenis, seperti termometer digital, inframerah tanpa kontak, termometer telinga, hingga termometer laboratorium dengan tingkat akurasi tinggi. Beragam inovasi tersebut merupakan hasil penyempurnaan teknologi yang telah berlangsung selama lebih dari empat abad sejak pertama kali diperkenalkan oleh Galileo Galilei.
Dengan perjalanan sejarah yang panjang, termometer tidak hanya menjadi alat ukur suhu, tetapi juga menjadi salah satu penemuan penting yang berkontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dunia medis, dan keselamatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....