Dilantik di Tempat Sampah, Bupati Jembrana Beri Sinyal Keras

  • 11 Jul 2026 07:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana: Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali membuat gebrakan tidak biasa dalam birokrasi pemerintahan. Setelah sebelumnya menggelar pelantikan di tengah kebun kakao, kali ini Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memilih Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh sebagai lokasi pengambilan sumpah jabatan lima pejabat pimpinan tinggi pratama pada Selasa 7 Juli 2026.

Pelantikan yang juga dihadiri langsung Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna ini menempatkan I Wayan Putra Mahardika sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) yang baru. Selain itu, empat pejabat strategis lainnya turut dilantik, yakni I Putu Nova Noviana sebagai Sekretaris DPRD Jembrana, Putu Gede Oka Santika sebagai Kabag SDM Setda Jembrana, I Made Cipta Wahyudi sebagai Kadiskominfotik, serta I Wayan Harta Wijaya sebagai Kadiskop UKM dan Perdagangan.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa pemilihan TPA Peh bukan sekadar aksi mencari sensasi, melainkan sebuah pesan simbolis dan memiliki "roh" kebijakan. Momentum ini menjadi peringatan keras bagi pejabat baru, khususnya Kepala DLHPKP, bahwa krisis sampah di Jembrana adalah darurat wilayah yang harus diselesaikan dengan komitmen penuh, bukan dari balik meja kerja yang nyaman.

"Setiap kebijakan harus memiliki arti, makna, kesan, bahkan roh. Karena itu pelantikan dilakukan di TPA sebagai pengingat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan secara serius," tegas Kembang Hartawan.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa DLHPKP tidak bisa berjalan sendirian. Ia menuntut adanya perubahan perilaku atau kebiasaan di tengah masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumbernya, baik menggunakan konsep tebe tradisional maupun modern. Targetnya jelas: memangkas drastis volume sampah harian yang masuk ke TPA Peh.

Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari legislatif. Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menilai pelantikan di lokasi pembuangan sampah ini adalah momentum krusial untuk memperkuat edukasi publik. Komisi III DPRD Jembrana dipastikan akan memperketat koordinasi agar ke depannya TPA Peh benar-benar hanya menerima sampah residu yang sudah tidak bisa diolah lagi.

Di sisi lain, di luar isu lingkungan, Bupati Jembrana juga mengumumkan bahwa pengisian dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih lowong akan dilakukan secara ketat melalui sistem merit yang transparan.

Pemerintah daerah hanya akan memprioritaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada dalam kategori penilaian tertinggi, yakni box delapan dan box sembilan pada manajemen talenta, guna memastikan kompetensi dan rekam jejak yang bersih demi akselerasi pembangunan Jembrana.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....