Kejahatan Jalanan Mengintai, Praktisi Pariwisata Ingatkan Ini!
- 28 Feb 2026 20:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Aksi kejahatan jalanan di Bali menjadi sorotan serius karena mengancam keselamatan masyarakat sekaligus berpotensi mencoreng citra pariwisata Pulau Dewata. Praktisi pariwisata dan akademisi menekankan perlunya penanganan terintegrasi mulai dari pemerintah, kepolisian, hingga masyarakat.
Nyoman Rutha Adhi, praktisi pariwisata Bali, menegaskan, sistem keamanan harus diperkuat sejak dini dan terintegrasi antar-kabupaten/kota. “Kejahatan jalanan bisa berdampak fatal, tidak hanya terhadap sektor pariwisata, tetapi juga sistem pengamanan Bali secara keseluruhan. Bali bahkan berpotensi menghadapi kejahatan lintas negara atau international crime,” ujarnya, Sabtu 28 Februari 2026.
Hal senada disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Wayan Wahyu Wira Udytama. Ia menekankan bahwa pencegahan lebih efektif daripada menunggu kejadian baru ditangani. “Menjaga keamanan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak berwajib. Kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan,” katanya.
Selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat, pihak kepolisian diharapkan memperketat patroli di wilayah rawan dan sepi, termasuk memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas. Masyarakat juga diimbau berhati-hati, terutama saat membawa barang berharga yang mencolok, karena dapat memicu aksi kriminal.
Upaya terpadu ini dinilai penting untuk menekan aksi kejahatan jalanan sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman.