Kamboja Jepang, Si Bonsai Cantik yang Bukan Berasal dari Negeri Sakura

  • 15 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kamboja Jepang (Adenium obesum) sudah sangat popular di kalangan pecinta tanaman hias. Namun, ada satu fakta menarik yang sering disalahpahami, meskipun menyandang nama "Jepang", tanaman ini sebenarnya berasal dari daratan kering di Afrika dan Semenanjung Arab.

Sering dijuluki sebagai "Rose of the Desert" (Mawar Padang Pasir), Adenium telah menjadi primadona di Indonesia berkat bentuk batangnya yang eksotis dan kemampuannya berbunga sepanjang tahun di bawah terik matahari.

Daya tarik utama Kamboja Jepang terletak pada bagian bawah batangnya yang membesar, atau disebut dengan caudex. Caudex ini menyimpan cadangan air dan sering kali tumbuh dengan bentuk meliuk-liuk alami yang menyerupai bonsai mahal. Semakin besar dan unik bentuk bonggolnya, semakin tinggi pula nilai estetika dan harga jual tanaman ini di pasaran.

Berbeda dengan kamboja biasa yang memiliki kelopak bunga cenderung besar, Adenium memiliki bunga berbentuk terompet dengan variasi warna yang sangat beragam. Berkat teknik grafting (sambung pucuk) yang canggih, kini satu pohon Adenium bisa memiliki dua hingga tiga warna bunga yang berbeda, mulai dari : Merah menyala dengan pinggiran hitam. Merah muda lembut dengan corak putih. Ungu gelap hingga kuning langka.

Kamboja Jepang dikenal sebagai tanaman yang "mandiri". Karena habitat aslinya adalah gurun yang ekstrem, tanaman ini memiliki daya tahan yang luar biasa.

Tips merawat kamboja Jepang dikutip dari website Dekoruma.com, agar adenium anda berbunga lebat dan tampil mempesona:

Saat memilih media tanam, pastikan tanah tersebut mampu menahan air dan nutrisi yang cukup bagi bunga adenium. Gunakan tanah yang teksturnya hampir mirip pasir gurun karena habitat asli bunga adenium yang adalah padang pasir. Anda bisa menggunakan tanah dengan campuran sekam mentah, arang sekam, cocopeat, dan kompos.

Penggunaan wadah atau pot mempengaruhi pertumbuhan bonggol. Jika anda menggunakan wadah yang dangkal, anda akan mendapatkan bonggol yang unik dan artistik. Hal ini dikarenakan akar bunga adenium yang cenderung ke bawah tidak menemukan makanan sehingga membuatnya mencari di bagian atas yang dikelilingi wadah.

Di sisi lain, penggunaan wadah seperti polybag justru membuat akar menjadi kurus dan panjang. Polybag mampu menampung medium tanah yang banyak dan dalam. Hal ini membuat akar terus tumbuh ke bawah hingga ke dasar polybag. Apabila anda ingin memiliki bunga adenium dengan bonggol yang bagus, anda harus menanamnya ulang.

Caranya cabut bunga dari polybag dan potong akar yang tidak berguna. Keringkan bunga selama 1-2 minggu dan masukkan ke wadah dengan sistem drainase baik. Selanjutnya, tutup bagian akar yang ingin dibesarkan dengan tanah.

Bunga adenium memerlukan sinar matahari yang cukup banyak. Tanpa cahaya yang cukup, tanaman ini hanya akan rimbun daun namun enggan berbunga. Penyinaran yang banyak akan membuatnya cepat berbunga. Selain itu, batang dan daunnya juga lebih sehat dan kekar. Cobalah untuk menaruhnya di bawah sinar matahari selama 4 jam sehari. Dijamin, bunga adenium milikmu akan terus sehat dan berbunga.

Karena bunga adenium tahan terhadap lingkungan yang panas dan kering, anda tidak perlu sering-sering menyiram. Seluruh bagiannya mampu menjadi suplai air sehingga bunga ini tidak membutuhkan banyak air. Meski begitu, anda harus rutin menyiramnya dengan frekuensi yang tergantung kondisi cuaca. Saat cuaca panas sekali, siramlah bunga adenium 1-2 kali per hari. Jika cuaca hujan, siram bunga 3 hari sekali.

Pemupukan: Gunakan pupuk yang tinggi kandungan Fosfor (P) untuk merangsang pembungaan secara berkala.

Kamboja Jepang adalah pilihan sempurna bagi Anda yang menginginkan keindahan visual setara bonsai namun dengan perawatan yang jauh lebih sederhana. Si "Mawar Padang Pasir" ini siap menyulap teras rumah Anda menjadi lebih berwarna dan artistik setiap harinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....