Pesona Anggrek Bulan, Tak Pernah Pudar dari Hati Masyarakat

  • 17 Mei 2026 09:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di antara ribuan spesies flora yang tersebar di nusantara, Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) tetap memegang takhta sebagai salah satu tanaman hias paling dicintai. Secara resmi dinobatkan sebagai Puspa Pesona Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993, tanaman ini bukan sekadar penghias ruangan, melainkan simbol keanggunan dan keindahan abadi.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan jenis bunga anggrek asli Indonesia. Anggrek bulan masuk dalam keluarga/famili Orchidaceae atau yang lebih dikenal sebagai keluarga anggrek.

Bunga anggrek jenis ini memang layak untuk dikoleksi atau sebagai hiasan di rumah. Hal ini karena anggrek bulan memiliki warna yang cantik dan mekar secara sempurna. Selain itu, anggrek bulan dapat bertahan lama sehingga tak perlu khawatir cepat mati.

Keunikan utamanya terletak pada bentuk bunganya yang lebar menyerupai sayap kupu-kupu yang sedang terbang, dengan masa mekar yang jauh lebih lama dibandingkan jenis bunga lainnya. Mengapa Anggrek Bulan Begitu Istimewa?

Ada alasan mengapa Anggrek Bulan selalu menjadi pilihan utama untuk kado maupun dekorasi interior kelas atas:

Masa Mekar yang Awet: Bunga Anggrek Bulan dapat bertahan segar di tangkainya selama 2 hingga 4 bulan, tergantung pada perawatan dan suhu lingkungan.

Variasi Warna yang Luas: Mulai dari putih bersih yang melambangkan kemurnian, hingga ungu, merah muda, dan kuning dengan motif bintik atau garis yang eksotis.

Tanaman Indoor yang Handal: Berbeda dengan tanaman bunga lain yang butuh matahari terik, Anggrek Bulan justru sangat cocok diletakkan di dalam ruangan (indoor).

Berikut ini panduan merawat anggrek bulan bagi pemula dikutip dari chanel youtube Devi Anggina. Banyak yang beranggapan merawat anggrek bulan itu sulit. Padahal, kuncinya adalah meniru habitat aslinya di hutan yang lembap namun berangin.

1. Cahaya: Teduh adalah Kunci. Anggrek Bulan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Sinar yang terlalu kuat akan membuat daunnya terbakar (muncul bercak kuning atau perak). Lokasi Ideal: Dekat jendela yang menghadap timur atau teras yang terlindungi paranet.

2. Penyiraman: Jangan Terlalu Manja. Penyebab utama kematian Anggrek Bulan adalah pembusukan akar akibat terlalu sering disiram. Aturan: Siram hanya saat media tanam terasa kering atau akar terlihat berwarna perak/abu-abu. Jika akar berwarna hijau cerah, artinya cadangan air masih cukup. Teknik: Siram bagian medianya saja, hindari air mengendap di ketiak daun karena dapat menyebabkan busuk pucuk.

3. Media Tanam yang "Bernapas"Akar anggrek bersifat epifit (butuh udara). Jangan gunakan tanah biasa. Rekomendasi: Gunakan arang kayu, potongan kulit kayu pinus, atau sphagnum moss.

Tips Pasca Mekar: Jangan Buang Tangkainya. Salah satu rahasia yang jarang diketahui pemula adalah cara merangsang bunga kedua. Jika bunga sudah rontok semua, jangan buru-buru memotong tangkainya sampai ke pangkal.

Tips Pro: Potong tangkai bunga tepat di atas ruas (buku) kedua atau ketiga dari bawah. Seringkali, tunas bunga baru akan muncul dari ruas tersebut, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk melihatnya berbunga kembali.

Anggrek Bulan adalah investasi keindahan. Dengan sedikit kesabaran dan perhatian pada kelembapan akarnya, Sang Puspa Pesona ini akan terus memikat siapa pun yang memandangnya.

Saat ini, anggrek bulan merupakan salah satu jenis bunga anggrek yang masuk ke dalam perdagangan internasional, baik sebagai bunga potong (cut flower) ataupun dalam bentuk tanaman berbunga (pot plant). Negara tujuan ekspor pot plant anggrek bunga di antaranya Belanda, Korea, Jepang, dan Singapura.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....