Bukan Sekadar Bernyanyi, Gung Mirah Siap Bawa Budaya Bali
- 15 Sep 2026 10:20 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Gung Mirah Pemayun, penyanyi muda Bali yang masih berstatus siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Denpasar, telah lolos seleksi untuk mewakili Bali di grand final Putri Anak Indonesia tingkat nasional.
- Grand final Putri Anak Indonesia akan diselenggarakan di Jakarta pada Oktober 2026, dan Gung Mirah telah mempersiapkan diri sejak mengikuti seleksi lokal Bali pada Mei 2026.
- Gung Mirah berbagi pengalaman persiapannya dalam acara Ngospek Pro 4 RRI Denpasar yang berlangsung pada hari Minggu, 13 September 2026, menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bakat musik sambil menjalani pendidikan formal.
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyanyi muda Bali, Gung Mirah Pemayun, terus mengembangkan bakatnya di dunia musik sekaligus mempersiapkan diri mengikuti ajang Putri Anak Indonesia tingkat nasional. Gung Mirah yang masih duduk di kelas 8 SMP Negeri 1 Denpasar akan mewakili Bali pada grand final yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026.
Dalam acara Ngospek Pro 4 RRI Denpasar, Minggu, 13 September 2026, Gung Mirah menceritakan persiapannya menuju ajang tersebut yang telah dilakukan sejak mengikuti seleksi di Bali pada Mei 2026. “Persiapannya sebenarnya sudah dari lama, dari awal mulai dari Bali di bulan Mei kemarin,” ujarnya.
Gung Mirah mengatakan persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi penampilan, tetapi juga mencakup kesiapan mental, fisik, public speaking, materi, dan talent. Menurutnya, seluruh pembekalan tersebut diperlukan agar dirinya lebih matang sebelum tampil di tingkat nasional.
“Harus mempersiapkan secara mental, secara fisik, itu mental yang paling penting, terus juga pembekalan secara materi, public speaking, kelas talent juga ada,” kata Gung Mirah. Ia juga menyebut dukungan dari ibu dan tim menjadi bagian penting dalam proses persiapan menuju Jakarta.
Dalam ajang Putri Anak Indonesia, Gung Mirah akan menjadi salah satu dari tiga perwakilan Bali yang melaju ke tingkat nasional. Ia sebelumnya melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari audisi, penetapan finalis, gala dinner, press conference hingga seleksi akhir.
Gung Mirah berharap keikutsertaannya dalam ajang tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri, tetapi juga membawa budaya Bali ke tingkat nasional. “Gung Mirah ingin kalau berangkat nanti bisa mengangkat budaya Bali,” ungkapnya.
Selain aktif mengikuti ajang pemilihan dan berbagai perlombaan, Gung Mirah juga telah menekuni dunia musik sejak usia dini. Ia mulai terjun ke dunia musik sejak berusia sekitar tiga setengah tahun melalui sebuah lagu dan kemudian semakin serius mengembangkan kemampuan bernyanyi sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Hingga kini, Gung Mirah telah membawakan sejumlah lagu, sebagian di antaranya merupakan karya duet bersama sang kakak, Gung Mas Pemayun. Beberapa lagu yang disebut dalam wawancara antara lain “Jatuh Hati”, “Batu Bulan”, dan sejumlah karya lainnya yang pernah dibawakannya sejak kecil.
Menariknya, Gung Mirah mengaku mendapatkan inspirasi untuk menekuni dunia musik setelah melihat aktivitas sang kakak. “Awalnya karena melihat Gung Mas dulu, ikutnya seru banget, dia bisa interaktif ke sana-sini dan bisa ketemu orang banyak,” tuturnya.
Gung Mirah juga pernah terlibat dalam grup musik dan mengikuti berbagai perlombaan, termasuk Bali International Choir Festival pada 2024. Dari ajang internasional tersebut, ia memperoleh pengalaman baru karena dapat bertemu peserta dari berbagai daerah dan berinteraksi dengan juri dari luar Indonesia.
Menurut Gung Mirah, mengikuti perlombaan internasional memberikan tantangan tersendiri, terutama ketika harus tampil di panggung besar dengan banyak penonton. “Tantangannya karena untuk improvisasi, terus juga di panggung yang besar, dan nervous-nya di tengah banyak penonton,” ucapnya.
Di tengah aktivitas bermusik dan berbagai perlombaan, Gung Mirah tetap berusaha menjaga keseimbangan dengan pendidikan. Ia mengaku saat ini lebih mengurangi kegiatan manggung karena harus membagi waktu dengan sekolah dan memusatkan perhatian pada persiapan Putri Anak Indonesia.
“Kalau untuk saat ini memang lebih difokuskan ke Putri Anak, karena tahu bebannya tidak sedikit,” ujarnya. Ia menilai ketika seseorang telah memilih satu tujuan, diperlukan fokus agar target yang ingin dicapai dapat diwujudkan secara maksimal.
Gung Mirah juga memiliki keinginan untuk suatu saat dapat menciptakan lagu sendiri, meskipun saat ini masih lebih banyak berperan sebagai penyanyi. “Untuk saat ini sebenarnya ada keinginan, tapi mungkin memang belum bisa, karena itu kan perlu imajinasi yang sangat tinggi juga,” katanya.
Selain bernyanyi, Gung Mirah juga aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan perlombaan sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi dirinya. Ia menilai prestasi di bidang nonakademik perlu tetap berjalan beriringan dengan pendidikan agar keduanya dapat berkembang secara seimbang.
Menjelang keberangkatannya ke Jakarta pada 26 Oktober 2026, Gung Mirah berharap dapat memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama Bali di tingkat nasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan melalui media sosial agar perjuangannya bersama dua perwakilan Bali lainnya dapat berjalan lancar.
Di sisi lain, Gung Mirah menyampaikan bahwa single terbarunya berjudul “Jatuh Hati” menjadi salah satu karya yang tengah diperkenalkan kepada pendengar. Ia juga menyebut kemungkinan adanya karya baru pada akhir 2026 atau tahun berikutnya.
Gung Mirah berharap perjalanan di dunia musik dan ajang Putri Anak Indonesia dapat menjadi pengalaman untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. “Astungkara bisa sukses ke depannya,” ujarnya, sembari meminta dukungan masyarakat Bali untuk perjuangannya membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....