Film Bisikan Desa Gringsing, Hesti Terjebak Desa Terkutuk Maut

  • 10 Sep 2026 11:39 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Bisikan Desa Gringsing adalah film horor misteri yang gelap, mencekam, dan terasa sangat unik karena mengusung teknologi virtual production pertama di Indonesia, sekaligus menghadirkan teror dari desa terpencil yang tidak membiarkan siapa pun keluar hidup-hidup. Film ini tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, termasuk di jaringan Cinema XXI, CGV, Cinepolis, dan bioskop nasional lainnya.

Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Ivander Tedjasukmana dan diproduksi oleh Mandela Pictures, Oceanus Media Global, dan Legacy Pictures, dengan durasi 108 menit (1 jam 48 menit). Rating usia resminya belum tercantum tegas di semua sumber, tetapi dari tema teror supranatural, kutukan desa, dan kematian tragis, film ini jelas lebih cocok untuk penonton remaja-dewasa ke atas.

Cerita berpusat pada Hesti yang diperankan Aghniny Haque, seorang perempuan yang setelah gagal bunuh diri terbangun di rumah sakit dengan luka batin mendalam akibat hubungan retak dengan ayah yang lama hilang. Pencarian akan jawaban dan sosok ayah membawanya ke Desa Gringsing, desa terpencil yang menyimpan sejarah kelam dan teror dari arwah Fatimah, perempuan yang dibunuh dan kini mengurung seluruh warga dalam ketakutan.

Begitu masuk ke desa itu, Hesti menyadari bahwa ada aturan tak tertulis yang tidak boleh dilanggar: siapa saja yang berusaha keluar dari Desa Gringsing akan mati secara tragis. Dari sinilah teror dimulai: Hesti terjebak di desa terkutuk, sementara rahasia demi rahasia tentang desa, arwah Fatimah, dan hubungannya dengan masa lalu Hesti sendiri perlahan terungkap.

Yang membuat film ini menonjol adalah cara ia tidak hanya bermain di ranah jumpscare, tetapi juga membangun teror dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika tempat yang kita masuki ternyata memiliki aturan sendiri, dan melanggarnya berarti mempertaruhkan nyawa? Penggunaan teknologi virtual production dan LED volumetric stage berstandar dunia membuat visual desa, atmosfer gelap, dan teror supranatural terasa lebih imersif dan sinematik.

Pemeran lain yang ikut mengisi film ini antara lain Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, Mian Tiara, Swetajaloe, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka. Dengan komposisi pemain sekuat ini, film terasa seperti pertarungan besar antara manusia dan kutukan, di mana setiap karakter punya peran dalam menguak misteri kelam Desa Gringsing.

Film Bisikan Desa Gringsing cocok untuk penonton yang suka horor misteri dengan nuansa desa terkutuk, arwah penasaran, dan teror yang berakar dari sejarah kelam. Film ini bukan sekadar kisah tentang mencari ayah, melainkan cerita tentang bagaimana satu keputusan bisa membawa kita ke tempat yang tidak pernah ingin kita masuki, dan bagaimana masa lalu tidak pernah benar-benar pergi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....