Film Badut Gendong, Bangkit Dari Duka Menjadi Teror
- 29 Mei 2026 09:45 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Ada satu kostum yang seharusnya membuat anak-anak tertawa bahagia, tapi ketika kostum itu dipakai oleh seorang ayah yang kehilangan segalanya, kostum itu berubah menjadi simbol duka yang akan membawa maut bagi siapa saja yang berani mendekat. Film Badut Gendong hadir dengan premis yang menyayat hati sekaligus mencekam: seorang pengamen jalanan yang kehilangan istri dan bayinya yang belum lahir, kemudian bangkit dari duka menjadi entitas yang dipenuhi dendam dan amarah yang tak bisa ditaklukkan.
Film ini bergenre horor-aksi yang diproduksi oleh Magma Entertainment, rumah produksi yang sama yang membawa film Qodrat menjadi fenomena, dan Badut Gendong menandai perluasan semesta sinematik Qodrat ke cerita baru yang lebih gelap dan brutal. Film ini tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, tepat di musim liburan, dan sudah bisa kamu tonton di semua jaringan bioskop besar seperti CGV, XXI, Cinepolis, dan Platinum Cineplex.
| Baca juga: Film Star Wars : The Mandalorian and Grogu |
Durasi film ini 95 menit yang terasa pas untuk membawa penonton masuk ke dalam dunia Darso tanpa membuat mereka lelah. Disutradarai oleh Charles Gozali yang sudah berpengalaman dalam film horor Indonesia, dengan skenario yang ditulis bersama Asaf Antariksa dan Dharma Putra, film ini mendapat rating umur 21+ karena mengandung adegan kekerasan yang sangat brutal, gore yang eksplisit, tema dewasa tentang kematian dan dendam, serta ketegangan psikologis yang tidak cocok untuk penonton di bawah usia tersebut.
Sinopsis lengkapnya dimulai ketika Darso, seorang pengamen jalanan yang diperankan oleh Marthino Lio, mengenakan kostum badut gendong setiap hari demi menghidupi keluarganya yang sederhana. Di tengah hidup yang serba sulit, Darso hanya punya satu mimpi sederhana: merajut hidup yang lebih layak bersama Darsi (Dayinta Melira), belahan jiwanya yang sedang mengandung anak pertama yang telah mereka dambakan selama bertahun-tahun. Namun kebahagiaan yang selama ini mereka perjuangkan dengan susah payah hancur seketika ketika Darsi dan bayi yang dikandungnya menjadi korban kekerasan brutal para preman yang tidak berperikemanusiaan.manado.
Kehilangan orang yang paling ia cintai dalam tragedi yang paling kejam membuat Darso terpuruk dalam duka yang mendalam dan mental yang hancur total. Dalam kondisi yang sudah tidak waras, ia memilih cara yang tidak biasa untuk membawa jasad Darsi pulang ke kampung halamannya, yaitu menyembunyikan mayat istrinya di dalam boneka badut gendong yang selalu ia gunakan untuk bekerja. Ketika Darso kembali ke desa, ia发现 bahwa desa itu sedang kacau balau akibat pengambilan lahan secara sepihak oleh developer tanah yang serakah yang tidak peduli pada nasib warga lokal.
Situasi semakin tidak terkendali ketika dukun tetua desa yang putus asa merapalkan kutukan di tengah amuk massa yang marah, dan kutukan itu memanggil entitas gelap yang zuvor terperangkap. Entitas itu bukanlah orang asing, melainkan jiwa Darsi yang terperangkap oleh kekuatan gelap yang bangkit dari jiwa orang yang paling dicintainya, Darso sendiri. Sejak saat itu, teror dimulai ketika warga desa mulai dibunuh satu per satu oleh sosok misterius yang menyerupai badut gendong dengan cara-cara yang sangat brutal dan gore.
Dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Marthino Lio sebagai Darso, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira sebagai Darsi, Iskak Khivano, Vonny Anggraini, Totos Rasiti, Insan Nur Akbar, dan legenda film Indonesia Barry Prima serta Jose Rizal Manua, Badut Gendong berhasil menghadirkan karakter ikonik yang akan menjadi salah satu sosok paling mengerikan di semesta Qodrat. Film ini tidak hanya mengandalkan jumpscare, tapi menghadirkan elemen gore yang brutal dan karakter yang memiliki kedalaman emosi, membuat penonton tidak hanya takut tapi juga iba pada kisah tragis di balik kostum badut yang menyeramkan itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....