Power Fantasy, Daya Tarik Karakter Utama yang Terlalu Kuat

  • 30 Jul 2026 11:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Tokoh utama yang mampu mengalahkan hampir semua musuh dengan mudah seolah tidak pernah kehilangan penggemarnya. Baik dalam anime, manga, manhwa, maupun gim, karakter yang overpowered terus bermunculan dan tetap diminati oleh jutaan penggemar di berbagai negara.

Fenomena ini dikenal sebagai power fantasy, yaitu bentuk hiburan yang mengajak penonton, pembaca, atau pemain membayangkan diri memiliki kemampuan luar biasa. Tokoh seperti Saitama, Sung Jinwoo, hingga Cid Kagenou menjadi contoh populer dari tren tersebut.

Sejumlah penelitian di bidang psikologi media menunjukkan bahwa penonton sering membangun wishful identification, yaitu keinginan membayangkan diri memiliki kemampuan atau posisi seperti tokoh favoritnya. Pengalaman tersebut dapat menghadirkan rasa puas, menjadi bentuk pelarian sementara (escapism), sekaligus memberikan motivasi bagi sebagian orang.

Meski banyak tokoh utama akhirnya menjadi sangat kuat, penonton tetap menikmati perjalanan mereka dalam memperoleh kekuatan, menghadapi rintangan, dan melindungi orang-orang di sekitarnya. Proses tersebut membantu membangun ikatan emosional sehingga perkembangan karakter terasa lebih bermakna.

Laporan dari The Association of Japanese Animations menunjukkan bahwa industri anime terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut turut diiringi populernya berbagai serial fantasi, aksi, dan isekai yang banyak menghadirkan karakter utama dengan kekuatan luar biasa.

Meski demikian, karakter yang terlalu kuat tidak selalu menjamin sebuah karya akan sukses. Banyak pengamat budaya populer menilai bahwa penonton juga menginginkan konflik yang menarik, perkembangan karakter yang konsisten, serta dunia cerita yang membuat kekuatan sang tokoh tetap memiliki konsekuensi.

Karena itu, banyak kreator memberikan pendekatan yang berbeda terhadap konsep power fantasy. Ada yang mengemasnya melalui komedi seperti One-Punch Man, ada yang menonjolkan strategi dan politik seperti Overlord, sementara karya lain lebih berfokus pada perkembangan karakter dan hubungan antartokoh agar cerita tetap menarik meski tokoh utamanya hampir tidak terkalahkan.

Power fantasy tidak hanya menawarkan kisah tentang tokoh yang selalu menang. Lebih dari itu, genre ini memberi ruang bagi penonton untuk berimajinasi, merasakan pencapaian, dan menikmati cerita yang menghadirkan harapan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan keberanian dan tekad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....