Film 402 Rumah Sakit Angker Korea, Siaran Langsung Menjemput Arwah

  • 09 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – 402 Rumah Sakit Angker Korea adalah film horor thriller found footage yang dibangun dari ide sederhana tapi mematikan: konten uji nyali berubah jadi perang hidup-mati. Film ini tayang perdana di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026 dan bisa ditonton di jaringan besar seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis, dengan jadwal yang juga tersebar di berbagai kota.

Disutradarai Anggy Umbara, film ini merupakan remake dari Gonjiam: Haunted Asylum dan diproduksi oleh MD Pictures bersama Umbara Brothers Films. Durasi resminya belum saya temukan dalam sumber yang saya pegang, tetapi film ini dirancang sebagai pengalaman yang padat, intens, dan cepat, sesuai format found footage yang memang tidak memberi banyak ruang bernapas.

Cerita berpusat pada enam anak muda Indonesia yang nekat masuk ke rumah sakit terbengkalai di Korea Selatan bernama Yongwon Hospital. Mereka datang bukan untuk menolong siapa pun, melainkan untuk siaran langsung demi penonton, sensasi, dan ambisi menembus angka jutaan views. Dari awal, film ini sudah memberi rasa bahwa bahaya utama bukan cuma tempat angkernya, tetapi juga keputusan bodoh para tokohnya sendiri.

Tokoh-tokoh utamanya terdiri dari Juna yang diperankan Arbani Yasiz, Adit oleh Saputra Kori, Bara oleh Elang El Gibran, Arum oleh Diandra Agatha, Yuri oleh Lea Ciarachel, Tyas oleh Aylena Fusil, serta Dae-Ho yang diperankan Jang Han-Sol. Kehadiran mereka membuat film terasa seperti gabungan energi anak muda, ambisi internet, dan ketakutan yang berubah menjadi kacau saat satu per satu mulai menghilang.

Yang menarik, mereka awalnya masih sempat bercanda dan percaya diri saat kamera menyala. Tetapi begitu langkah masuk ke area rumah sakit yang dikelilingi hutan lebat dan kuburan tua, suasana langsung berubah. Suara asing, gangguan tak kasat mata, dan rasa panik yang tumbuh diam-diam membuat ekspedisi itu bergeser dari konten horor menjadi usaha bertahan hidup.

Film ini juga kuat karena memadukan horor psikologis dengan tekanan dari siaran langsung. Semakin besar jumlah penonton, semakin besar pula dorongan bagi mereka untuk terus merekam, seolah kamera menjadi saksi sekaligus beban. Dari situ, 402 bukan cuma kisah seram biasa, tapi juga cerita tentang obsesi manusia pada perhatian, dan bagaimana obsesi itu bisa menelan nyawa.

Sebagai remake, film ini membawa semangat dari Gonjiam: Haunted Asylum tetapi dengan sentuhan lokal yang lebih dekat bagi penonton Indonesia. Karena itu, 402 terasa seperti film yang dirancang untuk penonton horor yang suka ketegangan tanpa banyak basa-basi, penuh lorong gelap, napas tertahan, dan teriakan yang muncul terlalu cepat untuk dihindari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....