Film "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan"

  • 20 Mei 2026 08:01 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan hadir sebagai drama keluarga yang tidak berteriak lewat konflik besar, tetapi perlahan menghantam hati melalui rasa kehilangan yang sangat dekat dengan kehidupan nyata. Mengusung genre drama keluarga dan emosional, film ini tayang mulai 13 Mei 2026 di jaringan bioskop XXI, CGV, dan Cinepolis seluruh Indonesia.

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio, film berdurasi sekitar 1 jam 53 menit ini dibintangi Lulu Tobing, Yasmin Napper, Ibnu Jamil, Shofia Shireen, hingga Jordan Omar. Dengan rating usia 13+, film ini membawa cerita hangat sekaligus menyayat tentang keluarga, memori, dan ketakutan terbesar saat orang tercinta perlahan mulai melupakan kita.

Cerita berpusat pada Kesha, seorang mahasiswi tingkat akhir sekolah film yang sedang mengejar impiannya menyelesaikan tugas akhir. Hidupnya terlihat biasa saja sampai keadaan ibunya, Yuke, mulai berubah perlahan. Sosok ibu yang selama ini menjadi pusat kehangatan keluarga tiba-tiba sering lupa meletakkan barang, lupa arah pulang, bahkan mulai kesulitan mengenali orang-orang terdekatnya sendiri. Dari sinilah suasana rumah yang dulu penuh tawa perlahan berubah menjadi ruang yang dipenuhi kecemasan.

Film ini tidak dibuat dengan cara berlebihan. Justru kekuatannya ada pada hal-hal sederhana yang terasa nyata. Tatapan kosong seorang ibu ketika lupa nama anaknya sendiri menjadi adegan yang jauh lebih menyakitkan dibanding tangisan panjang. Penonton seperti diajak duduk di tengah keluarga itu, ikut merasakan bingung, takut, sekaligus sedih ketika memori yang selama ini menyatukan keluarga perlahan menghilang sedikit demi sedikit.

Kesha menjadi karakter yang paling kuat secara emosional. Di satu sisi ia memiliki mimpi besar untuk masa depannya, tetapi di sisi lain waktu bersama ibunya terasa semakin pendek. Ia mulai berada di persimpangan antara mengejar cita-cita atau memilih tetap berada di rumah demi menemani sang ibu yang kondisinya terus menurun. Konflik itu terasa sangat manusiawi karena tidak ada pilihan yang benar-benar mudah.

Visual film ini dibuat hangat dan lembut, memperkuat suasana keluarga yang intim. Banyak adegan sederhana seperti makan bersama, membuka album foto lama, atau duduk diam di ruang tamu justru menjadi momen paling emosional. Musik latarnya juga tidak mendominasi, tetapi hadir pelan seperti bisikan kenangan yang perlahan memudar. Itulah yang membuat film ini terasa dekat dan tidak dibuat-buat.

Menariknya, Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan bukan hanya berbicara tentang penyakit lupa ingatan, tetapi tentang arti kehadiran seseorang dalam hidup. Film ini mengingatkan bahwa terkadang manusia baru menyadari pentingnya keluarga ketika waktu mulai mengambil sedikit demi sedikit memori yang mereka miliki bersama. Pesannya sederhana, namun terasa sangat dalam setelah film selesai ditonton.

Secara keseluruhan, sinopsis film ini mengikuti perjuangan Kesha menjaga keluarganya tetap utuh ketika sang ibu mulai kehilangan ingatan akibat penyakit yang dideritanya. Di tengah tekanan hidup dan impian masa depan, ia harus belajar menerima kenyataan bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki waktu yang panjang, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap tinggal di hati meski perlahan mulai lupa segalanya. Film ini menjadi drama keluarga yang hangat, menyentuh, dan sangat mudah membuat penonton diam dalam haru setelah lampu bioskop kembali menyala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....