Film Gudang Merica : Mayat di Freezer Itu ternyata Menyimpan Rahasia Gelap
- 29 Mei 2026 09:47 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Film ini resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak 21 Mei 2026 dan saat ini masih dapat disaksikan di berbagai jaringan bioskop besar seperti Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Platinum Cineplex, hingga bioskop-bioskop lokal di berbagai kota dari Jakarta sampai Bali. Bergenre horor komedi misteri, film berdurasi sekitar 90–98 menit ini diproduksi oleh MVP Pictures dan Pabrik Cerita di bawah produser kawakan Raam Punjabi, dengan Imam Darto sebagai sutradara yang juga turut menulis naskahnya bersama Sesa Nasution dan Warman Nasution. Rating umur film ini ditujukan untuk dewasa 17 tahun ke atas, sesuai dengan muatan horor dan misteri yang dikandungnya.
Cerita bermula dari Razi (diperankan oleh Ardhito Pramono), seorang mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koas malam di sebuah rumah sakit tua bernama Rumah Sakit Harapan Ayah nama yang terdengar penuh harap, tapi justru menyimpan sejarah kelam. Bersama tiga rekannya, Adit (Fatih Unru), Tanti (Zulfa Maharani), dan Rindu (Arla Ailani), malam itu awalnya berjalan seperti rutinitas biasa sampai seorang pasien tanpa identitas ditemukan meninggal secara tiba-tiba dan misterius di ruang perawatan.
Kepanikan membuat keempat koas muda itu mengambil keputusan yang justru memperumit segalanya jenazah tersebut mereka simpan sementara di freezer rumah sakit sambil menunggu dokter autopsi. Namun pagi harinya, freezer itu kosong. Jenazah itu lenyap tanpa jejak, seolah berjalan sendiri meninggalkan rumah sakit yang sudah setengah mati itu. Sejak saat itulah teror demi teror mulai mengintai mereka: suara aneh di lorong gelap, bayangan yang tak punya wujud, dan sosok-sosok menyeramkan yang muncul dari sudut tak terduga.
Dibantu seorang satpam bernama Sidik (Benidictus Siregar) yang lebih banyak tahu tentang rumah sakit itu daripada yang dia akui, kelima orang ini mulai menelusuri petunjuk dari hal yang paling kecil sekalipun termasuk sebuah puntung rokok yang membawa mereka menuju sebuah gudang tua tersembunyi di sudut rumah sakit yang dikenal dengan nama Gudang Merica. Di sinilah semua titik cerita akhirnya bertemu: misteri jenazah yang hilang, masa lalu rumah sakit yang penuh luka, dan teror supranatural yang selama ini bersembunyi di balik tembok-tembok berjamur itu.
Yang membuat Gudang Merica berbeda dari film horor Indonesia kebanyakan adalah cara sutradara Imam Darto meracik ketegangan dan tawa dalam satu nafas yang sama. Komedi tidak hadir untuk merusak suasana seram, melainkan justru lahir secara organik dari situasi absurd para mahasiswa yang tetap berusaha mempertahankan nalar medis mereka di tengah kekacauan yang jelas-jelas sudah melampaui logika sains. Hasilnya, penonton diajak tertawa sekaligus menahan napas dalam hitungan detik yang sama sebuah pengalaman sinematik yang cukup langka dan justru membuat film ini sukses memimpin tangga box office Indonesia pada periode 18–24 Mei 2026 dengan lebih dari 106.000 penonton hanya dalam beberapa hari pertama penayangannya.
Gudang Merica bukan sekadar film tentang hantu dan jeritan, melainkan sebuah kisah tentang keberanian menghadapi kebenaran yang selama ini disembunyikan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan. Jika kamu sedang mencari tontonan yang bisa membuat jantung berdegup kencang sekaligus perut terkocok, film ini layak masuk daftar prioritas bioskopmu akhir pekan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....