Film The Bell : Panggilan untuk Mati, Dentingan Maut Lonceng Membangkitkan Roh
- 07 Mei 2026 07:58 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Sebuah lonceng keramat berkarat berusia ratusan tahun yang terpendam di tanah Belitung tiba-tiba dibunyikan kembali oleh tangan-tangan tidak tahu diri. Anak-anak muda ceroboh mencuri artifact sakral ini hanya demi mengejar viral dan konten media sosial yang menipu. Tanpa mereka sadari, dentingan pertama lonceng itu bukan sekadar suara, melainkan gerbang pembuka untuk sesuatu yang jauh lebih mengerikan.
Penebok, hantu tanpa kepala bergaun merah yang telah dikurung selama berabad-abad, bebas dari belenggu lonceng yang mengurungnya. Sosok gaib ini tidak memberikan peringatan, tidak menawarkan kesempatan kedua, hanya membawa darah dan kepala para korban yang jatuh satu per satu. Setiap langkahnya diiringi desisan gaib yang membuat tulang berderak dan bulu kuduk berdiri otomatis.
Danto, pemuda Jakarta yang ternyata berdarah Belitung, dipaksa kembali ke kampung leluhurnya karena teror yang mulai membabi buta. Ia adalah penerus terakhir seorang dukun yang telah lama tidur, dan kini takdir yang ditulis dengan darah memanggilnya untuk mengambil tanggung jawab berat. Bersama teman-temannya, ia harus membangkitkan ritual kuno yang hampir terlupakan oleh generasi modern.
Ritual yang mereka lakukan bukan upacara sembarangan, melainkan tradisi mencekam yang meminta nyawa sebagai harga untuk penyelamatan. Sembilan nyawa telah ditakdirkan jatuh sebelum Penebok dapat dikurung kembali, termasuk nyawa Danto sendiri jika mereka gagal tepat waktu. Setiap korban yang ditemukan meninggalkan kepala terpenggal dan gaun merah bercak darah sebagai tanda tangan mengerikan Penebok.
Jay Sukmo, sutradara yang dekat dengan folklor Nusantara, berhasil mengangkat legenda lokal yang hanya jadi bisikan di Belitung. Film ini lebih dari sekedar horor, melainkan kritik tajam tentang bagaimana generasi muda mengabaikan nilai sakral warisan leluhur demi popularitas semu. Produksi Sinemata Buana Kreasindo ini hadir sebagai pionir ikon horor baru Indonesia dengan wajah Penebok yang menghantui
Shaloom Razade tampil kuat sebagai Danto, membawa keraguan awal yang berubah menjadi keteguhan menghadapi teror yang tidak masuk akal. Ratu Sofya memberikan keseimbangan emosional di tengah adegan yang semakin mencekam. Bhisma Mulia dan Septian Dwi Cahyo melengkapi pementasan yang solid dengan akting membuat setiap korban terasa nyata dan dekat.
Film The Bell: Panggilan untuk Mati resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. Dengan tagline "Saat panggilan itu datang, tidak semua orang bisa selamat," film ini menjanjikan teror yang tidak mengijinkan penonton bernapas lega. Tagline ini sangat cocok karena lonceng memang memanggil, tapi untuk mati, bukan untuk hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....