Piala Dunia Hadirkan Drama, Air Mata, dan Sejarah Tak Terlupakan

  • 26 Apr 2026 15:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Piala Dunia bukan sekadar ajang sepak bola. Di balik gemerlap trofi dan sorak sorai penonton, tersimpan cerita-cerita emosional yang tak jarang membuat dunia terdiam—bahkan meneteskan air mata.

Di sebuah malam yang menegangkan, jutaan pasang mata terpaku pada layar. Bukan hanya menunggu gol, tetapi juga menyaksikan bagaimana sejarah ditulis, kadang dengan cara yang tak terduga.

Momen-momen seperti inilah yang membuat Piala Dunia selalu punya tempat khusus di hati penggemar sepak bola. Salah satu kisah yang tak pernah lekang adalah aksi kontroversial Diego Maradona pada perempat final Piala Dunia 1986.

Gol yang dikenal sebagai “Hand of God” menjadi perdebatan panjang dalam sejarah sepak bola. Melansir FIFA, gol tersebut terjadi saat Argentina menghadapi Inggris dan tetap disahkan oleh wasit, meski tayangan ulang menunjukkan adanya sentuhan tangan.

Namun, di balik kontroversi itu, Maradona juga mencetak gol spektakuler yang disebut sebagai salah satu gol terbaik sepanjang masa. Dalam satu pertandingan, ia menjadi simbol dari dua sisi sepak bola: kecerdikan dan kejeniusan.

Cerita berbeda datang dari final Piala Dunia 2006. Dunia menyaksikan bagaimana Zinedine Zidane mengakhiri kariernya dengan cara yang tak biasa.

Dalam laga melawan Italia, Zidane melakukan sundulan ke dada Marco Materazzi yang berujung kartu merah. Momen itu mengejutkan banyak pihak.

Zidane, yang dikenal sebagai pemain elegan, justru meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Melansir berbagai laporan media internasional, insiden tersebut dipicu oleh provokasi di lapangan.

Hingga kini, kejadian itu tetap menjadi salah satu drama paling diingat dalam sejarah final Piala Dunia. Tak hanya soal kontroversi, Piala Dunia juga menghadirkan kisah haru penuh perjuangan.

Salah satunya terjadi pada Piala Dunia 2022, saat Lionel Messi akhirnya meraih trofi yang selama ini ia impikan. Setelah bertahun-tahun gagal, Messi membawa Argentina menjadi juara usai mengalahkan Prancis melalui adu penalti.

Tangis haru pun pecah, bukan hanya dari sang pemain, tetapi juga jutaan penggemar di seluruh dunia. Melansir FIFA, kemenangan tersebut melengkapi pencapaian Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Banyak yang menyebut momen itu sebagai penutup sempurna dari karier gemilangnya di Piala Dunia. Piala Dunia memang selalu menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan.

Ada drama, ada air mata, dan ada sejarah yang terus hidup dalam ingatan. Dari gol kontroversial hingga tangisan kebahagiaan, setiap edisi turnamen ini selalu meninggalkan cerita baru.

Cerita-cerita itulah yang membuat Piala Dunia tidak pernah kehilangan daya tariknya—bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai panggung emosi manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....