Makna Tradisi Halal Bihalal dalam Perayaan Idul FitrI
- 14 Mar 2026 08:55 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Salah satu tradisi yang identik dilakukan saat perayaan idul fitri adalah halal bihalal. Tradisi ini dilakukan untuk mempererat hubungan antar sesama.
Halal bihalal biasanya dilakukan setelah sholat ied atau beberapa hari setelahnya bersama keluarga, kerabat, hingga rekan kerja. Halal bihalal tidak hanya menjadi momen berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
Melansir dari detik.com, halal bihalal sering dipahami sebagai upaya untuk kembali pada keadaan yang “halal” atau bersih dari kesalahan . Terutama setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk membuka hati, mengakui kesalahan, dan memaafkan satu sama lain. Nilai tersebut sejalan dengan makna kemenangan di hari raya.
Melansir dari tempo.co, sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa istilah halal bihalal mulai populer pada masa pemerintahan Soekarno. konsep halal bihalal diperkenalkan sebagai cara untuk mempererat hubungan antar tokoh masyarakat dan meredakan ketegangan politik setelah masa konflik. Sejak itu, tradisi halal bihalal berkembang luas dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia dalam merayakan idul fitri.
Dalam kegiatan halal bihalal biasanya terdapat sambutan, doa bersama, dan momen saling berjabat tangan sebagai simbol permohonan maaf. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat.
Melalui tradisi halal bihalal, masyarakat tidak hanya merayakan hari raya secara seremonial, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai penting. Tradisi ini mengingatkan bahwa kemenangan setelah Ramadhan tidak hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....