Asal-Usul Permainan Monopoly dan Misi Rahasia Elizabeth Magie

  • 05 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Monopoly menjadi salah satu permainan papan (board game) paling populer di dunia. Namun, banyak orang yang belum mengetahui bahwa permainan ini awalnya diciptakan bukan untuk merayakan kekayaan, melainkan sebagai protes terhadap ketidakadilan ekonomi.

Sejarah asli Monopoly adalah kisah tentang ideologi yang hilang dan hak cipta yang berpindah tangan. Sejarah Monopoly bermula pada tahun 1903, ketika seorang perempuan bernama Elizabeth Magie menciptakan permainan bernama The Landlord's Game.

Berdasarkan catatan Arsip Sejarah Smithsonian, Magie adalah pengikut ajaran ekonomi Georgisme yang percaya bahwa tanah seharusnya menjadi milik bersama. Magie merancang permainan ini dengan dua set aturan.

Aturan pertama adalah "Anti-Monopoli", di mana setiap orang mendapat imbalan ketika kekayaan tercipta. Aturan kedua adalah "Monopoli", di mana tujuannya adalah menghancurkan lawan.

Mengutip buku The Landlord's Game: The Anti-Capitalist Origins (2024), Magie ingin menunjukkan secara praktis bahwa aturan kedua akan berujung pada kehancuran ekonomi bagi mayoritas pemain, sementara hanya satu orang yang menang. Selama beberapa dekade, permainan ini dimainkan secara komunitas hingga era Depresi Besar di Amerika Serikat.

Pada saat itulah, seorang pria bernama Charles Darrow memodifikasi permainan tersebut dan mengklaimnya sebagai ciptaan pribadinya. Pada tahun 1935, perusahaan Parker Brothers membeli hak cipta dari Darrow.

Sebagaimana didokumentasikan dalam The New York Times Archive, Darrow menjadi jutawan pertama dari industri permainan papan, sementara Elizabeth Magie hanya dibayar 500 dolar tanpa royalti berkelanjutan. Sejak saat itulah, narasi Monopoly berubah total menjadi simbol kejayaan kapitalisme.

Hingga tahun 2026, Monopoly telah bertransformasi menjadi fenomena lintas media yang sangat masif. Laporan Tahunan Hasbro Gaming 2026 menunjukkan bahwa permainan ini kini telah diterjemahkan ke dalam 47 bahasa di 114 negara.

Teknologi juga telah mengubah cara kita bermain. Di tahun 2026, edisi digital dengan sistem Cloud Gaming memungkinkan transaksi real-time tanpa uang kertas. Meskipun bentuknya berubah menjadi sangat modern, esensi permainan tetap sama: persaingan sengit memperebutkan properti dan aset.

Meskipun tujuan permainan sekarang adalah menjadi yang terkaya, sejarah aslinya tetap menjadi pengingat tentang bahaya penumpukan aset yang tak terkendali. Para sosiolog sering menyebut Monopoly sebagai alat pengajaran yang ironis; kita bersenang-senang melakukan hal yang sebenarnya ingin dikritik oleh penciptanya lebih dari satu abad yang lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....