Fenomena Coral Bleaching dan Representasinya di Dunia Fiksi

  • 28 Feb 2026 17:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Fenomena pemutihan karang atau coral bleaching menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin sering dibahas dalam beberapa dekade terakhir. Peristiwa ini terjadi ketika terumbu karang kehilangan alga mikroskopis bernama zooxanthellae yang hidup di jaringan tubuhnya.

Zooxanthellae berperan penting karena memberi warna sekaligus menjadi sumber makanan bagi karang melalui proses fotosintesis. Ketika suhu laut meningkat atau kualitas air menurun, karang mengalami stres dan melepaskan alga tersebut. Akibatnya, karang berubah menjadi putih dan lebih rentan terhadap kematian.

Kenaikan suhu permukaan laut akibat perubahan iklim menjadi penyebab utama coral bleaching secara global. Selain itu, polusi, sedimentasi, serta aktivitas manusia di wilayah pesisir turut memperburuk kondisi terumbu karang.

Data dari berbagai lembaga lingkungan menunjukkan bahwa peristiwa pemutihan karang massal terus meningkat di banyak wilayah tropis. Laporan International Coral Reef Initiative menyatakan bahwa sejak Januari 2023 hingga Maret 2025, sekitar 84 persen terumbu karang di dunia mengalami tekanan panas yang menyebabkan coral bleaching, mencakup lebih dari 80 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Isu ini tidak hanya hadir dalam laporan ilmiah, tetapi juga mulai muncul dalam karya fiksi. Sejumlah gim, film animasi, dan cerita fantasi menghadirkan gambaran ekosistem laut yang rusak sebagai bagian dari alur cerita.

Salah satu contoh yang sering disebut penggemar adalah karakter Corsola versi Galar dalam waralaba Pokémon. Jika Corsola biasa digambarkan sebagai karang berwarna cerah bertipe Water, versi Galar tampil pucat dan bertipe Ghost. Dalam deskripsi Pokédex, perubahan bentuk tersebut dikaitkan dengan kerusakan lingkungan laut.

Penggunaan simbol seperti ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat disampaikan melalui medium populer tanpa harus bersifat menggurui. Representasi dalam dunia fiksi membantu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk anak-anak dan remaja.

Selain Pokémon, beberapa karya animasi dan gim bertema petualangan juga menggambarkan laut yang kehilangan warna atau kehidupan sebagai latar cerita. Gambaran tersebut kerap digunakan untuk menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Meski demikian, penyampaian dalam fiksi tetap berbeda dari fakta ilmiah. Coral bleaching di dunia nyata merupakan proses biologis yang kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, bukan sekadar perubahan warna yang instan.

Memahami fenomena ini penting karena terumbu karang memiliki peran besar dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan menopang kehidupan masyarakat pesisir. Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan upaya pelestarian ekosistem laut dapat terus diperkuat.

Fenomena coral bleaching menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak berdiri sendiri di ranah ilmiah. Topik tersebut juga dapat hadir dalam dunia fiksi sebagai bentuk refleksi terhadap kondisi yang terjadi di alam nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....