Diskoria, Nostalgia, dan Playlist Anak Muda Hari Ini

  • 27 Jan 2026 14:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah arus musik digital yang bergerak cepat, ada satu nama yang konsisten muncul di playlist anak muda yaitu Diskoria. Musik mereka terdengar saat nongkrong sore, menemani road trip malam, hingga mengisi lantai dansa kecil di kamar.

Diskoria tidak datang dengan teriakan revolusioner. Mereka masuk pelan, rapi, dan penuh gaya. Justru dari pendekatan itulah pengaruhnya terasa kuat—tanpa memaksa, tapi perlahan membentuk selera. 

Soal genre, Diskoria sulit diringkas dalam satu istilah. Nu-disco, funk pop, electronic pop bernuansa retro—semuanya bisa benar. 

Namun yang paling menonjol adalah cara mereka mengolah nostalgia era 70–80-an tanpa terdengar usang. Billboard Indonesia menyebut Diskoria sebagai “contoh bagaimana musik retro bisa hidup kembali lewat produksi modern yang bersih dan kontekstual.”

Synth yang hangat, groove bass yang lentur, dan beat yang mengajak bergerak menjadi ciri khas. Diskoria seperti mengambil roh musik lawas, lalu memakaikannya pakaian baru. Jadulnya tetap terasa, tapi tampilannya segar. 

Ketika banyak musisi berlomba tampil paling galau atau paling bising, Diskoria memilih jalur musik yang fun. Lagu-lagu mereka memberi ruang untuk bergerak, bernapas, dan menikmati momen. 

Meski ringan, liriknya tetap berbicara tentang relasi, rindu, dan kehidupan urban. Melansir dari The Jakarta Post, bahwa Diskoria “menawarkan emosi tanpa drama berlebihan—sebuah kemewahan di zaman yang serba intens.”

Kolaborasi menjadi bahasa penting bagi Diskoria. Mereka sadar musik hari ini adalah dialog, bukan monolog. Melibatkan vokalis lintas generasi dan genre bukan sekadar strategi, melainkan identitas.

Lebih dari sekadar lagu, Diskoria menghadirkan suasana. Musik mereka kerap diasosiasikan dengan kehidupan urban—kopi sore, lampu kota, outfit retro-modern, dan ruang kreatif. 

Di tengah genre yang makin cair, Diskoria berdiri sebagai pengingat bahwa musik adalah pengalaman. Bukan sekadar didengar, tapi dirayakan dan ingin terus diulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....