Jejaring UMKM Antarkabupaten Perkuat Pasar Produk Lokal

  • 27 Jul 2026 10:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pelaku UMKM di Bali saling memanfaatkan produk unggulan dari berbagai kabupaten untuk memenuhi kebutuhan usahanya. Kerja sama tersebut membuat produk lokal tidak hanya dipasarkan di daerah asalnya, tetapi juga digunakan oleh pelaku usaha di kabupaten lain.

Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali, Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., mengatakan HIPPI Bali memetakan produk unggulan UMKM di setiap kabupaten, kemudian mempertemukan pelaku usaha agar dapat saling bekerja sama. Menurutnya, pertemuan tersebut memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk saling membeli, bertukar kebutuhan usaha, dan memperluas pemasaran produk lokal.

"Kabupaten kota se-Bali saling kami mencoba memetakan unggulan-unggulan dari masing-masing UMKM yang kami miliki. Sehingga saling menguatkan, saling tukar, kita lakukan business matching. Jadi, di antara kami ini kabupaten kota se-Bali saling menguatkan," ujar Tini Rusmini Gorda.

Ia mengatakan setiap kabupaten memiliki produk unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di daerah lain. Misalnya, pelaku usaha kuliner di Denpasar dapat memperoleh pasokan sayuran dari Bangli, sedangkan kebutuhan beras dapat dipenuhi dari Buleleng. Menurutnya, kerja sama seperti itu membuat pelaku UMKM lebih banyak menggunakan produk lokal.

"Contoh di Bangli sayur-sayuran. Seandainya di Denpasar memang fokus di kulinernya, perlu bahan bakunya kita ambil di Bangli. Di Buleleng ada berasnya. Jadi otomatis tidak terganggu oleh melemahnya rupiah. Jadi, sinergi Pang Pade Payu itu kata kunci yang kami lakukan," katanya.

Rusmini Gorda juga mengajak pelaku UMKM untuk memperbanyak transaksi menggunakan produk lokal agar manfaatnya dirasakan oleh sesama pelaku usaha di Bali. "Harapan saya adalah gencarkan terus transaksi lokal dan jargon itu menjadi suatu implementatif bahwa cintai produk lokal dan pakailah. Jadi, otomatis rupiah tidak akan melemah karena terus bergulir. Mencintai dan memakai produk lokal itu yang menjadikan rupiah tidak akan lemah di internal kita," ujarnya.

Menurutnya, semakin banyak pelaku UMKM membeli dan menggunakan produk dari sesama pelaku usaha di Bali, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di daerah. Selain memperluas pasar, kerja sama antarkabupaten juga membuat manfaat ekonomi dirasakan oleh lebih banyak UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....