Endek, Tenun Tradisional Bali yang Menembus Panggung Mode Dunia
- 18 Mar 2026 07:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah arus modernisasi, Kain Endek Bali tetap berdiri kokoh sebagai simbol identitas budaya masyarakat Bali. Bukan lagi sekadar busana untuk upacara adat atau seragam kantoran, kain tenun ikat ini telah bertransformasi menjadi produk fashion kelas dunia yang menghiasi runway internasional.
Sejak diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Bali nomor 04 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun Endek Bali, pamor wastra ini melonjak drastis. Kebijakan ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali ratusan IKM (Industri Kecil Menengah) tenun di seluruh pelosok Bali.
Nama "Endek" berasal dari kata ngendek atau nyendek yang berarti diam atau tetap, merujuk pada proses pewarnaan benang yang tidak berubah saat ditenun. Setiap motif Endek memiliki cerita dan tingkatan sakralitas yang berbeda:
Motif Patra & Encak Saji: Dahulu hanya digunakan oleh kalangan bangsawan atau untuk kegiatan keagamaan.
Motif Flora & Fauna: Menggambarkan keharmonisan manusia dengan alam semesta (konsep Tri Hita Karana).
Motif Geometris: Sering dianggap sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan hidup.
Berbeda dengan batik yang menggunakan malam (lilin), Endek dibuat dengan teknik Ikat Pakan. Benang-benang dibungkus dengan tali rafia sesuai pola, dicelupkan ke pewarna, lalu ditenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Proses ini memerlukan ketelitian tinggi. Satu lembar kain Endek berkualitas tinggi bisa memakan waktu pengerjaan dari dua minggu hingga satu bulan, tergantung kerumitan motifnya.
Pemilik Usaha Pertenunan Astiti, Nyoman Sudira ketika ditemui RRI Denpasar di desa Gelgel Klungkung, Jumat 6 Maret 2026 menuturkan tahapan proses pembuatan kain tenun endek produksinya.
Pembuatan endek melalui tiga proses, yaitu proses pengolahan benang lusi/lungsi, proses pengolahan benang pakan dan proses penenunan.
Proses Pengolahan Benang Lusi :
1. Pengkelosan adalah proses memintal. Benang dalam gulungan besar dipintal menjadi gulungan-gulungan kecil.
2. Proses pemberian warna pada benang dilakukan dengan cara dicelup. Hal ini dimaksudkan agar hasil pewarnaan merata. Ada pula pertenunan yang merebus benang terlebih dahulu selama 30 menit sebelum dilakukan pencelupan warna.
3. Penganihan (proses merapatkan benang) Proses ini dikenal juga sebagai proses pengebooman. Benang lusi diatur dan digulung pada boom lusi dengan sistem penggulungan sejajar. Ukuran panjang dan lebar kain endek ditentukan pada proses ini. Proses pengebooman ini, pertama ujung benang lusi diambil, dijepit dengan kayu selebar boom lusi yang dipergunakan, kemudian digulung sesuai kebutuhan. Boom lusi disetel sedemikian rupa sehingga kedudukannya tepat berada di gulungan lusi, boom kemudian diputar sesuai keinginan dan kebutuhan kain tenun yang akan dibuat.
4. Pencucukan Proses ini merupakan proses pemasukan benang lusi yang dilakukan secara dua tahap, yaitu proses pencucukan pada mata guun dan yang kedua ke sisir tenun. Mata guun menjadi tempat memasukkan benang lusi sehingga gerakan benang menjadi terkendali saat menenun. Serat/sisir berfungsi mengatur kerapatan benang pakan dan digunakan sebagai pengarah teropong penggerak benang pakan. Benang yang telah melalui tahap pencucukan selanjutnya digulung secara hati-hati untuk nantinya memasuki tahapan penenunan.
Proses Pengolahan Benang Pakan :
1. Proses pengkelosan pada benang pakan sama dengan proses pengelosan pada benang lusi
2. Mempen Benang yang sudah dikelos dimasukan ke dalam rak benang, kemudian ditata ke dalam penamplik/pemidangan untuk menghitung jumlah putaran dengan tujuan untuk menentukan besar kecilnya motif yang diinginkan.
3. Proses pengikatan menggunakan tali berbahan plastik atau kupas dari pelepah pohon pisang sesuai dengan desain yang telah ditentukan.
4. Proses pencelupan pada benang pakan sama dengan proses pencelupan pada benang lusi
5. Pencoletan atau nyatri. Pencoletan atau pengisian warna disesuaikan dengan desain yang telah ditentukan. Kemudian dijemur sampai kering.
6. Pengobatan/Fiksasi Fiksasi dilakukan dengan cairan yang bernama fixanol.
7. Penginciran Penataan benang dengan cara digulung ke dalam suatu alat penginciran, untuk mempermudah dalam tahap pemaletan.
8. Pemaletan Benang digulung lagi ke dalam palet agar memudahkan memasukan benang ke dalam sekoci, untuk selajutnya ditenun.
Proses Penenunan :
Selama penenunan dilakukan pengendalian/pengecekan terhadap kemungkinan putus benang lusi dan pakan dengan cara mengamati selama proses penenunan.
Salah satu tonggak sejarah terbesar bagi kain Endek adalah ketika rumah mode dunia, Christian Dior, menggunakan kain Endek Bali untuk koleksi Spring/Summer 2021 mereka. Pengakuan internasional ini membuktikan bahwa estetika lokal Bali memiliki kualitas yang sejajar dengan standar mode global.
Membeli Endek tenun asli bukan sekadar membeli kain, melainkan menghargai tetesan keringat perajin dan menjaga napas budaya Bali agar tidak lekang oleh waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....