Tertinggi Pascapandemi Covid-19, Ekonomi Bali Tumbuh 5,82 Persen
- 05 Feb 2026 16:59 WIB
- Denpasar
RI.CO.ID, Denpasar - Perekonomian Bali pada triwulan IV-2025 diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp85,05 triliun dan harga konstan sebesar Rp46,40 triliun. Ekonomi Bali selama periode triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 3,33 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q).
Sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicatatkan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 21,49 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan kepada wartawan di Denpasar Kamis, 5 Februari 2026 mengatakan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 36,90 persen.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y), ekonomi Bali pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,82 persen. " Kalau kita lihat datanya 5,82 itu pertumbuhan paling tinggi pasca covid. Pertumbuhan kita sempat mengalami kontraksi yang dalam pas covid terus membaik dan tahun 2025 ini mencapai angka tertinggi", ungkap Hendrayana Hermawan.
Lebih lanjut Hendrayana Hermawan mengatakan struktur ekonomi Bali dari sisi produksi, pada triwulan IV-2025 masih didominasi oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang berkontribusi sebesar 22,10 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tercatat pada komponen konsumsi rumah tangga 51,68 persen.
Sementara itu Kepala Bappeda Provinsi Bali Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan pertumbuhan ekonomi Bali masih ditopang oleh meningkatnya aktivitas pariwisata. Sepanjang periode Triwulan I hingga Triwulan IV 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 9,72 persen, perjalanan wisatawan nusantara mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 17,53 persen.
"Semua indikator makro pembangunan kita mengalami kemajuan signifikan bahkan terbaik di tanah air. Ini artinya recovery ekonomi Bali sudah baik betul dan ini adalah dukungan dari pemerintah daerah dan semua pihak termasuk pemerintah pusat," ungkap Ika Putra.
Ika Putra menambahkan peningkatan kunjungan wisatawan tersebut menjadi stimulus bagi penciptaan nilai tambah pada lapangan usaha yang berkaitan langsung dengan pariwisata terutama penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, jasa perusahaan, serta jasa hiburan dan rekreasi. Pertumbuhan Lapangan Usaha transportasi dan Pergudangan didorong oleh meningkatnya aktivitas angkutan udara dan ASDP. Jumlah keberangkatan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat sekitar 8 persen secara kumulatif, sementara lonjakan penumpang ASDP terjadi di Pelabuhan Sanur dan Nusa Penida, yang didominasi oleh aktivitas wisata.