Mengapa Lebih Memilih Kredit daripada Menabung?

  • 08 Mar 2025 12:22 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Kehidupan modern saat membuat kebutuhan finansial semakin kompleks. Banyak orang di usia produktif, terutama yang berusia 25-40 tahun, menghadapi dilema antara menabung atau menggunakan kredit untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Salah satu alasan utama orang memilih kredit adalah karena kebutuhan yang mendesak. Misalnya, ketika seseorang membutuhkan kendaraan untuk bekerja atau rumah untuk tempat tinggal. Menunggu bertahun-tahun untuk mengumpulkan tabungan bisa menjadi tantangan. Kredit memungkinkan seseorang untuk mendapatkan barang atau layanan yang dibutuhkan dengan segera.

Lainnya, seperti berbagai institusi keuangan, juga menawarkan keuntungan bagi pengguna kredit, seperti cashback, poin reward, atau program cicilan 0%. Hal ini membuat penggunaan kredit lebih menarik dibandingkan dengan menabung, terutama jika seseorang dapat mengelola keuangan dengan baik. Lalu, bagaimana jika anda belum mampu mengelola keuangan, namun memiliki beragam cicilan yang tidak kunjung berakhir?

Phillip Mulyana, Financial Coach dengan pengalaman 15 tahun di Industri Jasa Keuangan menyatakan, masyarakat saat ini ada pada fenomena present bias, yaitu kecenderungan otak manusia lebih menyukai reward instan dibandingkan benefit jangka panjang. Ia menjelaskan, bahwa saat ini banyak kalangan juga lebih menyukai instant gratification.

Dikutip dari Positive Psychology, Instant gratification dalam konteks finansial adalah kecenderungan untuk lebih memilih kepuasan yang instan dibandingkan dengan manfaat jangka panjang yang lebih besar. Ini sering kali terjadi saat seseorang lebih memilih untuk menghabiskan uang sekarang untuk memenuhi keinginan sesaat daripada menabung atau berinvestasi untuk masa depan.

Hal lain yang masih menjadi kekeliruan adalah terdapat mental accounting yang salah. Philip menjelaskan pada instagramnya @phililmulyana, masyarakat masih memiliki pemikiran ketika kredit atau cicilan dapat dibayar dengan gaji bulan depan. Sementara, pada saat memutuskan untuk menabung, masyarakat berpikir “sayang nih uang bulan ini dipotong”. Kekeliruan ini, menurut Philip, dapat dibenahi dengan mengubah pola pikir tentang menabung dan cicilan.

Cara mengubah pemikiran masyarakat yang ia tawarkan adalah dengan menanamkan pemahaman bahwa menabung akan membeli kebebasan finansial dimasa mendatang. Sementara cicilan merupakan upaya untuk menjual kebebasan finansial anda. Istilah Automate your saving atau membuat autodebet di tanggal gajian juga menjadi solusi agar tidak melulu mengandalkan kebiasaan mencicil. Cara memotong gaji secara otomatis, akan membuat gaji anda terpotong untuk Tabungan, sehingga menurut Philip, anda yang belum terbiasa untuk menabung secara manual tidak akan merasa ‘sakit’.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....