Dua Pendiri Data Center di Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya

  • 17 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Industri pusat data atau data center semakin menunjukkan perannya di era digital, bahkan ikut mengantarkan dua pelaku usahanya masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Daftar Forbes Real Time Billionaires per 14 Juli 2026 mencatat, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman sebagai dua miliarder yang meraih kekayaannya dari bisnis tersebut.

Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp144,5 triliun. Pendiri sekaligus CEO PT DCI Indonesia (DCII) itu juga berada di peringkat 460 dalam daftar orang terkaya dunia dan dikenal luas dengan julukan "Bill Gates Indonesia" karena kiprahnya di industri teknologi.

Sementara itu, Marina Budiman berada tepat di bawah Otto, yakni peringkat kedelapan di Indonesia dan posisi 712 dunia. Co-founder sekaligus Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk tersebut memiliki kekayaan sekitar 5,7 miliar dollar AS atau setara Rp102,9 triliun, sekaligus menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 besar orang terkaya Indonesia.

Masuknya dua pengusaha data center ke daftar miliarder menunjukkan besarnya pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital. Permintaan pusat data terus meningkat seiring berkembangnya layanan komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), transaksi digital, hingga penyimpanan data berbagai perusahaan dan instansi pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga menjadi tujuan investasi pembangunan data center dari berbagai perusahaan global. Pertumbuhan pengguna internet, layanan digital, serta regulasi penyimpanan data di dalam negeri menjadi faktor yang mendorong kebutuhan fasilitas tersebut terus meningkat.

Meski sektor teknologi mulai mencuri perhatian, posisi orang terkaya di Indonesia masih ditempati pelaku usaha dari sektor sumber daya alam. Berdasarkan daftar Forbes Real Time Billionaires per 14 Juli 2026 pagi, peringkat pertama masih ditempati Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources, dengan kekayaan sekitar 15,9 miliar dollar AS atau setara Rp287,2 triliun.

Di bawahnya terdapat Prajogo Pangestu dengan kekayaan 15,3 miliar dollar AS, disusul Robert Budi Hartono yang memiliki harta sekitar 14,8 miliar dollar AS. Nama lain dalam 10 besar antara lain Anthoni Salim, Tahir dan keluarga, Sri Prakash Lohia, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, serta Theodore Rachmat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Forbes sendiri memperbarui daftar miliarder secara berkala melalui sistem Real Time Billionaires yang menghitung perubahan nilai kekayaan berdasarkan pergerakan harga saham dan aset yang dimiliki para pengusaha. Karena menggunakan data pasar secara langsung, posisi dan total kekayaan para miliarder dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....